Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 22 Januari 2020 | 16.05 WIB

Keluarga Akui Siswi SMP yang Bunuh Diri Jadi Korban Bully di Sekolah

Ilustrasi Tewas - Image

Ilustrasi Tewas

JawaPos.com - Penyidik Polres Jakarta Timur mulai memanggil pihak keluarga siswi SMPN 147 Ciracas yang tewas usai bunuh diri dengan cara melompat dari lantai 4 bangunan sekolah. Orang tua korban, Dinar Ariefianto dimintai keterangan pertama oleh polisi.

Pemeriksaan dimulai pada Senin (20/1) malam, berlangsung sekitar 8 jam. Materi yang ditanyakan oleh penyidik yakni terkait dugaan telah terjadi perundungan atau bullying kepada korban yang menyebabkan bunuh diri.

Dinar pun diperiksa sejak Senin (20/1) malam, selama delapan jam lamanya pemeriksaan. Ketua tim pengacara Dinar, Defrizal Damaris mengatakan, salah satu poin yang disampaikan kliennya kepada penyidik yakni bahwa anaknya jadi korban perundungan di sekolah.

"Korban pernah curhat ke kakaknya mengenai perundungan di sekolah. Tapi mungkin bukan perundungan fisik. Perundungan verbal, ini yang lagi digali kepolisian, apa motifnya," kata Ketua Tim Pengacara Dinar, Defrizal Damaris, Rabu (22/1).

Defrizal mengatakan, setelah ibu korban meninggal, korban selalu mencurahkan isi hatinya kepada kakak tertuanya. Termasuk perundungan yang dialaminya juga ia ceritakan kepada kakaknya.

"Pernah salah satunya dia (SN cerita) dikeluarkan dari grup WA (Whatsapp) di sekolah. Kalau bully fisik sih enggak pernah disampaikan ke ayahnya," imbuhnya.

Ayah korban baru mengetahui anaknya menjadi korban perundungan setelah insiden bunuh diri terjadi. Saat itu, kakak korban menemui Dinar dan menceritakan perundungan itu "Tapi bully seperti apa kan ayahnya enggak tahu," ucap Defrizal.

Sebelumnya, seorang siswi SMPN 147, Ciracas, Jakarta Timur berinisial SN tewas, setelah mengakhiri hidupnya dengan melompat dari lantai 4 gedung sekolahnya. Kejadian ini terjadi pada Selasa (14/1). Belum diketahui pasti penyebab siswa tersebut memutuskan bunuh diri.

"Setelah kita lakukan penyelidikan ternyata memang ada indikasi yang melakukan bunuh diri. Cuma motifnya apa, ini sedang kita selidiki," kata Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Ciracas, Iptu Mangiring Silaen, Sabtu (18/1).

SN sendiri sempat dirawat di rumah sakit pasca terjatuh. Namun, akhirnya korban tak tertolong dan meninggal pada Kamis (16/1). Setelah mendapat adanya laporan kejadian ini, jajaran Polsek Ciracaras langsung mendatangi sekolah pada malam hari guna mencari fakta hukum.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore