seseorang yang memiliki orang tua yang sering merundung./Freepik/freepik
JawaPos.com - Tidak semua luka terlihat. Sebagian dari kita tumbuh dengan rumah yang tampak “baik-baik saja” dari luar, tetapi menyimpan dinamika yang secara emosional menyakitkan.
Dalam psikologi, pola komunikasi yang merendahkan, mengontrol, mempermalukan, atau memanipulasi anak secara konsisten dapat dikategorikan sebagai bentuk perundungan emosional dalam keluarga.
Istilah seperti emotional abuse telah lama dibahas dalam literatur psikologi perkembangan.
Psikolog seperti Susan Forward dalam bukunya Toxic Parents menjelaskan bagaimana kata-kata orang tua bisa membentuk luka psikologis yang bertahan hingga dewasa.
Sementara itu, John Bowlby melalui teori attachment menekankan bahwa pola interaksi awal antara anak dan orang tua sangat menentukan kesehatan emosional jangka panjang.
Dilansir dari Geediting pada Sabtu (21/2), jika Anda pernah sering mendengar frasa-frasa berikut saat kecil, mungkin ada dinamika perundungan emosional yang terjadi — meskipun dulu itu terasa “normal”.
1. “Kamu terlalu sensitif.”
Kalimat ini sering digunakan untuk menolak perasaan anak. Alih-alih membantu anak memahami emosinya, orang tua justru meremehkan respons emosionalnya. Lama-kelamaan, anak belajar bahwa perasaannya tidak valid.
Dampaknya?
Sulit mengenali emosi sendiri
Merasa bersalah saat sedih atau marah
Cenderung memendam perasaan
2. “Lihat tuh anak orang lain…”
Perbandingan adalah bentuk kontrol yang halus namun menyakitkan. Anak tidak dihargai sebagai individu unik, melainkan sebagai proyek yang harus memenuhi standar eksternal.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Skor Azerbaijan vs Lituania di Liga Nations UEFA: Milli Komanda Diprediksi Kembali Tertahan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022