
Suasana Rusun KS Tubun,, Grogol Petamburan, Jakarta Barat.
JawaPos.com - Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) KS Tubun, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, telah mulai dihuni sejak Agustus 2019. Sebanyak 524 unit hunian siap disewakan dengan harga sewa Rp 1,5 juta per bulan. Sejumlah fasilitas umum telah tersedia di lokasi ini. Seperti ruang kesehatan, aula, ruang usaha di lantai 2 dan 3, hingga Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA).
JawaPos.com langsung berkunjung langsung ke KS Tubun. Di lantai 1 terlihat masih banyak ruangan kosong. Terlihat hanya ruang pelayanan yang terisi, dan ada kegiatan pegawainya. Salah satu penghuni Rusun, Ratna merasa kerasan tinggal di rusunawa ini. Selain lokasinya strategis di pusat kota, gedungnya pun baru. Sehingga masih rapih karena tidak bekas huni orang lain. "Enak gedungnya baru. Nggak perlu masang AC," kata Ratna saat ditemui JawaPos.com, Kamis (19/9).
Penghuni lainnya, Nur hanya mengeluh terkait banyaknya debu dari luar. Sehingga ketika jendela dibuka, debu cepat masuk ke arah dalam hunian. "Lantai 8 anginnya nggak nahan, habis nyapu nggak lama dicolek udah debu lagi," ucapnya. Sementara itu, Ratna menilai masalah yang perlu dibenahi di Rusunawa KS Tubun yakni terkait akses keluar masuk area gedung. Karena Saat ini terlalu leluasa orang ruang rusun masuk area gedung.
Sehingga sulit membedakan antara penghuni dan orang luar. "Di lantai 2 kan pernah ada yang kehipangan HP. Makanya sekarang dibatasi jam 10 malem," kata Ratna. Oleh karena itu dia menyarankan agar orang luar yang masuk area rusun diberi tanda pengenal.
Kondisi ini memang terbukti saat JawaPos.com masuk area rusunawa. Dari pertama masuk pintu gerbang hingga meninggalkan gedung tidak ada satupun petugas keamanan yang bertanya terkait keperluan masuk ke area gedung. "Percuma ada sekuriti jaga sono jaga sini kan kalau orang bebas masuk," kata Ratna.
Ratna menjelaskan, saat ini di rusunawa KS Tubun masih banyak hunian kosong. Bahkan di lantai 11 baru 2 orang yang menempati. Penghuni teramai terletak di lantai 5, 6 dan 7. Namun, memang belum sepenuhnya penuh.
Photo
Suasana Rusun KS Tubun,, Grogol Petamburan, Jakarta Barat. (Sabik Aji Taufan/ JawaPos.com)
Sedangkan Nur, penghuni lainnya menuturkan sepinya Rusunawa KS Tubun karena ada kewajiban calon penghuni menyetor deposit sebesar Rp 4,5 juta di awal sebagai jaminan selama tinggal di rusunawa. Sehingga calon penghuni harus membayar Rp 6 juta di awal dengan rincian Rp 1,5 juta biaya sewa sebulan, dan sisanya deposit. Setelah itu baru mendapat kunci.
"Ada deposit yah Rp 4,5 juta. Kata dia kalau mau pindah takutnya ada yang rusak mungkin yah. Iya (uangnya dikembalikan) nanti kalau pindah tapi tidak berbunga," jelas Nur.
Selain itu, proses menjadi penghuni rusunawa juga dianggap merepotkan. Sebab, selain syarat administrasi, calon penghuni harus menjalani tes urine. "Persis kamu kayak masuk AKABRI, (tes) kesehatan juga," ungkap Nur.
JawaPos.com sempat berbincang dengan salah satu petugas pelayanan rusunawa. Perempuan yang tidak disebutkan namanya itu tidak menyampaikan adanya syarat tes urine maupun tes kesehatan dalam proses pengajuan permohonan sewa. Termasuk uang deposit Rp 4,5 juta. Dia hanya menyampaikan sewa rusunawa per bulan Rp 1,5 juta.
Sedangkan untuk syarat administrasi yang dimintakan hanya mengisi formulir permohonan, fotokopi KTP, fotokopi Kartu Keluarga (KK), fotokopi surat nikah, surat keterangan belum memiliki rumah, slip gaji bagi karyawan atau keterangan penghasilan bagi wiraswasta, dan pas foto ukuran 3x4 sebanyak 4 lembar dan 4x6 sebanyak 1 lembar. Syarat lainnya yakni tidak boleh memiliki kendaraan roda empat.
Menurut petugas tersebut permohonan untuk sewa rusunawa cukup tinggi. Sehingga bagi yang ingin mengajukan bisa dilakukan segera. "Secepatnya aja yah karena kan banyak yang ngajuin," ungkap dia.
Dihubungi terpisah Kepala Unit Pengelola Rusun (UPRS) Jatiwarasari, Sardjoko mengatakan dari 520 unit, ada 117 unit rusun yang sudah terisi. "Minggu depan sekitar 100 yg akan serah terima kunci," tuturnya. Dia membenarkan soal uang deposit yang dibebankan kepada penghuni. "Benar, itu uang jaminan, dalam tabungan penghuni di Bank DKI," ungkapnya.
Menurutnya, di Rusun KS Tubun memang lagi banyak aktivitas pindahan penghuni. Hal ini tentu menjadi perhatian ekstra petugas keamanan. "Untuk hal warga yang kehilangan handphone sampe saat ini saya belum terima laporan kehilangan dari penghuni," pungkasnya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
