
Ilustrasi garis polisi berwarna kuning. (Pixabay.com)x
JawaPos.com - Polres Metro Jakarta Utara masih melakukan pendalaman kasus terhadap pemberian obat kedaluwarsa oleh apoteker di Puskesmas Kamal Muara, Penjaringan kepada pasien. Hari ini, penyidik sudah memintai keterangan seorang bidan yang menangani pasien.
"Hari ini kita memeriksa bidan puskesmas yang memeriksa kandungan korban secara rutin," ujar Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Budhi Herdi Susianto di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (23/8).
Budhi menuturkan, bidan tersebut juga yang menuliskan resep kepada korban, yang kemudian ditebus di apotek, tempat pemberian obat kedaluwarsa. Namun, dia belum menyampaikan apakah obat yang diberikan oleh apoteker sesuai dengan resep bidan.
"Ya ini kan masih proses penyelidikan. Jadi keterangan itu sudah kita ambil," ucapnya.
Lebih lanjut, Budhi menyampaikan jajarannya belum memutuskan seorang pun tersangka dalam kasus ini. Penyidik akan menguatkan bukti-bukti terlebih dahulu. Terutama bukti yang menguatkan bahwa ada niat pelaku mencelakai korban.
"Kita masih melakukan pendalaman-pendalaman. Jadi kita tidak mau buru-buru menetapkan tersangka. Tapi kita menguatkan dulu," tegasnya.
Oleh karena itu, Budhi enggan berspekulasi pihak mana yang berpotensi naik status hukumnya. Karena seluruh pihak yang bertanggungjawab dalam kasus ini akan dimintai keterangan. Dan tidak menutup kemungkinan tersangka bisa lebih dadi 1 apabila ditemukan unsur pidana.
Di sisi lain, penyidik juga tengah melakukan observasi terhadap efek obat kedaluwarsa bagi janin korban. Pemeriksaan ini dilakukan di sebuah Rumah Sakit Ibu dan Anak di wilayah Kosambi.
"Sementara dari pihak rumah sakit mengatakan itu perlu observasi. Jadi perlu beberapa kali kunjungan untuk mengetahui dampak dari obat tersebut," pungkas Budhi.
Sebelumnya, Novi Sri Wahyuni, 21, seorang ibu hamil melaporkan pihak Puskesmas Kelurahan Kamal Muara, Jakarta Utara ke Polsek Metro Penjaringan. Pelaporan itu dilakukan lantaran dugaan obat kedaluwarsa yang diberikan pihak puskesmas.
Kejadian itu dialami korban saat sedang mengontrol kandungan pada Selasa (13/8) lalu. Korban diberikan empat jenis obat saat itu. Salah satu jenis obat ternyata sudah kedaluwarsa. Akibatnya korban pun sakit perut dan sakit kepala.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
