
Photo
JawaPos.com - Perumda DKI Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya menyebutkan serapan Penyertaan Modal Daerah (PMD) dari pemerintah provinsi (pemprov) baru 36 persen secara total selama periode 2014-2021. Hal tersebut diakibatkan terutama karena masalah teritorial.
Direktur Utama Perumda PAM Jaya Arief Nasrudin menyebutkan, permasalahan teritorial tersebut adalah sehubungan dengan adanya perjanjian kerjasama (PKS) antara pihaknya dengan mitra swasta, yakni Aetra dan PALYJA yang memang diamanatkan untuk melakukan pengembangan infrastruktur air perpipaan.
"Secara prinsip dasar kerja sama dalam PKS, seharusnya pengembangan itu dilakukan oleh mitra Aetra dan PALYJA. Sehingga, kalau kami memaksa (melakukan pembangunan) misal karena kebutuhan masyarakat akan air, maka akan terjadi tumpang tindih teritori yang di dalam PKS," kata Arief dalam rapat Komisi B DPRD DKI Jakarta, Rabu (14/9).
Selama periode tersebut, berdasarkan data yang disampaikan PAM Jaya dalam rapat Komisi B, disebutkan bahwa pada 2019 perusahaan mulai mengajukan PMD untuk membangun Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Pesanggrahan.
Arief menjelaskan bahwa proyek tahun jamak (multi year) yang direncanakan 2019-2022 itu, memiliki total anggaran sekitar Rp 400 miliar. Akan tetapi, anggaran yang tersedia masih tersisa sebesar Rp 357 miliar lantaran pembangunannya belum berlanjut karena permasalahan teritori tersebut.
"Hambatannya itu kayak izin lokasi, itu kan kewenangan dari mitra kami. Kami sebenarnya tidak bisa menyentuh lokasi yang sudah ditentukan dalam PKS. Jadi kita enggak bisa membangun sembarangan karena itu bagian dari part bisnisnya yang sudah disepakati dalam PKS, dan persetujuan ini tidak bisa didapatkan begitu saja oleh kami pada mitra kami," paparnya.
Namun begitu, kata Arief, pada 2022 perjanjian antara PAM Jaya dengan mitra swasta akan selesai, sehingga PAM Jaya dapat melanjutkan proyek tersebut dengan segera.
"Artinya kami sudah di titik progres. Di Oktober kami akan membuka lelang dan angkanya sudah selesai. Tolong berikan saya waktu karena memang saya terhitung dua bulan bekerja di PAM Jaya. Selebihnya, kalau angka itu terserap, angkanya langsung 70,8 persen, hanya di Pesanggrahan," tegasnya.
Data dari PAM Jaya menunjukkan, selama periode 2014-2021, PAM Jaya menerima PMD sebanyak Rp 1,05 triliun lebih dengan realisasi sampai dengan Agustus 2022 sebanyak Rp 46,7 miliar lebih atau 36,98 persen, dengan sisa dana Rp670,4 miliar lebih.
Selain dalam proyek SPAM Pesanggrahan, penyerapan tidak maksimal dalam periode tersebut juga terdapat dalam relokasi pipa akibat proyek MRT yang terkendala karena perubahan jadwal dan design MRT.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Skor Lithuania vs Andorra, Laga Persahabatan: Tuan Rumah Berpeluang Menang
Prediksi Skor Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Dardanet Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Curi Poin
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Susunan Pemain Denmark vs Portugal: Ruben Dias Siap Bawa Pulang Kemenangan
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik
Fakta Sebenarnya Soal Hubungan Ashanty dengan Azriel Hermansyah
Prediksi Skor Azerbaijan vs Liechtenstein di Liga Nations UEFA: Milli Menang Tipis Kejar Promosi
Prediksi Skor Wales vs Norwegia di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022