Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 15 September 2022 | 05.34 WIB

PAM Jaya: Serapan PMD Kecil karena Masalah Teritorial

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Perumda DKI Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya menyebutkan serapan Penyertaan Modal Daerah (PMD) dari pemerintah provinsi (pemprov) baru 36 persen secara total selama periode 2014-2021. Hal tersebut diakibatkan terutama karena masalah teritorial.

Direktur Utama Perumda PAM Jaya Arief Nasrudin menyebutkan, permasalahan teritorial tersebut adalah sehubungan dengan adanya perjanjian kerjasama (PKS) antara pihaknya dengan mitra swasta, yakni Aetra dan PALYJA yang memang diamanatkan untuk melakukan pengembangan infrastruktur air perpipaan.

"Secara prinsip dasar kerja sama dalam PKS, seharusnya pengembangan itu dilakukan oleh mitra Aetra dan PALYJA. Sehingga, kalau kami memaksa (melakukan pembangunan) misal karena kebutuhan masyarakat akan air, maka akan terjadi tumpang tindih teritori yang di dalam PKS," kata Arief dalam rapat Komisi B DPRD DKI Jakarta, Rabu (14/9).

Selama periode tersebut, berdasarkan data yang disampaikan PAM Jaya dalam rapat Komisi B, disebutkan bahwa pada 2019 perusahaan mulai mengajukan PMD untuk membangun Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Pesanggrahan.

Arief menjelaskan bahwa proyek tahun jamak (multi year) yang direncanakan 2019-2022 itu, memiliki total anggaran sekitar Rp 400 miliar. Akan tetapi, anggaran yang tersedia masih tersisa sebesar Rp 357 miliar lantaran pembangunannya belum berlanjut karena permasalahan teritori tersebut.

"Hambatannya itu kayak izin lokasi, itu kan kewenangan dari mitra kami. Kami sebenarnya tidak bisa menyentuh lokasi yang sudah ditentukan dalam PKS. Jadi kita enggak bisa membangun sembarangan karena itu bagian dari part bisnisnya yang sudah disepakati dalam PKS, dan persetujuan ini tidak bisa didapatkan begitu saja oleh kami pada mitra kami," paparnya.

Namun begitu, kata Arief, pada 2022 perjanjian antara PAM Jaya dengan mitra swasta akan selesai, sehingga PAM Jaya dapat melanjutkan proyek tersebut dengan segera.

"Artinya kami sudah di titik progres. Di Oktober kami akan membuka lelang dan angkanya sudah selesai. Tolong berikan saya waktu karena memang saya terhitung dua bulan bekerja di PAM Jaya. Selebihnya, kalau angka itu terserap, angkanya langsung 70,8 persen, hanya di Pesanggrahan," tegasnya.

Data dari PAM Jaya menunjukkan, selama periode 2014-2021, PAM Jaya menerima PMD sebanyak Rp 1,05 triliun lebih dengan realisasi sampai dengan Agustus 2022 sebanyak Rp 46,7 miliar lebih atau 36,98 persen, dengan sisa dana Rp670,4 miliar lebih.

Selain dalam proyek SPAM Pesanggrahan, penyerapan tidak maksimal dalam periode tersebut juga terdapat dalam relokasi pipa akibat proyek MRT yang terkendala karena perubahan jadwal dan design MRT.

Editor: Bintang Pradewo
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore