
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Pangdam Jaya Mayjen TNI Mulyo Aji dan Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran memimpin Apel Gelar Pasukan Pengetatan PPKM Mikro wilayah DKI Jakarta di kawasan Monas, Jakarta, Jumat (18/6/2021). Apel Gelar Pasukan y
JawaPos.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan geram saat melakukan inspensi mendadak (sidak), lantaran masih menemukan sejumlah perusahaan nonesensial dan nonkritikal mewajibkan karyawannya untuk bekerja di kantor. Padahal, selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, setiap perusahaan di Jakarta dianjurkan untuk menerapkan bekerja dari rumah aliah Work From Home (WFH).
“Ini bukan soal pelanggaran aturan dan perusahaan tidak bertanggung jawab,” kata Anies melalui unggahan media sosial Instagram pribadinya, Selasa (6/7).
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) ini menyebut, perusahaan tersebut egois. Karena tidak peduli dengan kesehatan para karyawannya.
“Ini bukan untung rugi, ini soal nyawa, kita mau nyelamatin nyawa orang, dan orang seperti ibu ini yang egois, ini pekerja ikut saja,” ucap Anies.
Dalam kesempatan ini, lanjut Anies, pihaknya tak segan akan menutup kantor tersebut jika memang melakukan pelanggaran. Dalam unggahannya itu, dia mengutarakan kantor yang melanggar aturan terpaksa harus disegel.
"Kantor-kantor yang melanggar langsung kami segel, ditutup kantornya, semua karyawannya dipulangkan untuk bekerja dari rumah dan pemilik atau manajer kantor diproses hukum kepolisian," tegas Anies.
Baca juga: Anies Minta Karyawan yang Dipaksa Masuk Kantor Saat PPKM Darurat Lapor
Anies mengimbau agar tidak ada lagi perusahaan yang membandel, dengan menyuruh para karyawannya untuk tetap bekerja ke kantor. Sementara pemilik perusahaan bisa bekerja dari rumah.
"Ayo semua harus ikut ambil tanggung jawab itu. Bila tempat anda bekerja bukan sektor esensial tapi masih masuk 100 persen atau sektor esensial tapi yang WFO lebih dari 50 persen, segera laporkan lewat JAKI secara anonim, kerahasiaan pelapor dijamin," ucap Anies menandaskan.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
