
Warga memilih takjil yang untuk berbuka puasa yang dijajakan di Pasar Takjil Ramadhan Benhil, Jakarta. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Aparat kepolisian dari Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya memastikan sudah melakukan pemetaan lokasi bazar dan spot jajanan takjil selama Ramadhan. Tujuannya untuk mencegah terjadi kepadatan arus dan memunculkan titik rawan macet baru.
Bendungan Hilir (Benhil) di Jakarta Pusat (Jakpus) adalah salah satu titik berburu takjil yang sudah dipetakan oleh polisi. Menurut Kabag Ops Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Robby Hefados, pihaknya sudah memetakan beberapa titik di kawasan tersebut.
”Kami sudah petakan baik itu di Benhil, biasanya di Benhil ada dan beberapa titik-titik lainnya, yang berpotensi mengganggu arus lalu lintas nanti kami sudah petakan tempat-tempat takjil tersebut dan kami akan menempatkan personel lalu lintas di area-area tempat takjil tersebut,” ungkap dia dikutip pada Kamis (19/2).
Robby menyampaikan bahwa kehadiran petugas di lapangan penting untuk mengurai kepadatan yang kerap muncul menjelang buka puasa. Polisi berharap langkah antisipatif aparat kepolisian membantu masyarakat tetap bisa berburu takjil dengan nyaman tanpa memicu terjadinya kemacetan panjang.
”Supaya bisa membantu kelancaran arus lalu lintas yang berada di sana,” terang dia.
Ditlantas Polda Metro Jaya juga sudah memprediksi terjadinya perubahan jam rawan macet selama Ramadhan. Baik pagi maupun sore hari. Pemetaan perubah pola tersebut dilakukan melihat hari pertama sampai beberapa hari setelah ibadah puasa berjalan.
Menurut Robby, besar kemungkinan ada perubahan jam rawan macet. Misalnya pagi hari, kerawanan diperkirakan terjadi mulai pukul 09.00-10.00 WIB. Sementara di sore hari, kepadatan lalu lintas bisa jadi lebih awal dan terus berlangsung sampai mendekati waktu berbuka puasa.
”Di pagi hari tentunya dengan kebijakan pemerintah yang melaksanakan kegiatan WFA (Work From Anywhere), termasuk juga kegiatan perkantoran yang dimulai lebih siang, sehingga kemungkinan pergerakan masyarakat lalu lintas itu mungkin kalau di pagi hari antara jam 9 sampai dengan 10,” terang dia.
Khusus sore hari, potensi lonjakan kendaraan dan terjadinya kepadatan arus lalu lintas justru diprediksi terjadi lebih cepat. Keinginan masyarakat untuk berbuka puasa bersama keluarga di rumah yang memicu peningkatan arus lalu lintas lebih awal.
”Karena masyarakat kita banyak yang ingin berbuka puasa bersama keluarga maupun family, kemungkinan besar di jam 2 maupun jam 3 sore sudah mengalami peningkatan kendaraan yang mengarah ke Bekasi maupun ke daerah selatan,” imbuhnya.
Untuk itu, Robby menyampaikan bahwa pihaknya menyiapkan langkah antisipasi dengan menyiagakan personel lebih cepat. Dia memastikan bahwa polisi lalu lintas di Jakarta akan menyesuaikan diri dengan pola aktivitas masyarakat selama Ramadhan.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
