
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (dua kiri) bersama Gubernur DKI Jakarta ke 12 Sutiyoso (tiga kiri) dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno (kanan) menyaksikan pembongkaran tiang Monorel di jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta, Rabu (15/01/2026). (Hanung Hambara/Jawa Pos)
JawaPos.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menanggapi viralnya warga yang memprotes pembangunan pedestrian di Rasuna Said, Jakarta Selatan yang menyebabkan kemacetan di kawasan tersebut.
“Untuk Rasuna Said, ini memang sedang tahap penyelesaian untuk pedestrian. Kami menyadari memang ada problem. Karena nggak mungkin bangun kemudian tidak ada efek,” kata Pramono di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (13/4).
Dia mengakui bahwa setiap pembangunan pasti akan memberikan dampak, salah satunya adalah kemacetan seperti yang dikeluhkan oleh masyarakat.
Namun, pembangunan harus dilakukan guna membuat kawasan tersebut lebih baik dari sebelumnya. “Kan kita mau bikin Rasuna Said itu lebih baik. Efeknya adalah ya itu tadi, harus diatur,” jelas Pramono.
Diketahui, setelah pembongkaran tiang monorel di kawasan tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menata pedestrian hingga memperluas jalur lalu lintas di sana.
Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan mengatakan penataan Jalan HR Rasuna Said sisi timur akan mengusung konsep jalan sebagai ruang bersama yang inklusif atau "complete street".
"Kawasan ini menjadi pusat aktivitas pemerintahan, bisnis, serta pelayanan publik yang memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas dan pertumbuhan ekonomi," kata Sekretaris Kota Jakarta Selatan, Mukhlisin.
Mukhlisin mengatakan, Jalan HR Rasuna Said merupakan salah satu koridor utama dan strategis di Jakarta Selatan. Rencana penataan Jalan HR Rasuna Said sisi timur akan dilaksanakan oleh Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta.
"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya pemilik gedung dan para pemangku kepentingan untuk memberikan dukungan serta berpartisipasi aktif, termasuk menjaga ketertiban selama proses pekerjaan berlangsung," ucapnya.
Menurutnya, pelaksanaan konstruksi berpotensi menimbulkan dinamika di lapangan, termasuk gangguan lalu lintas sementara. Untuk itu, diperlukan koordinasi, komunikasi, dan sosialisasi yang baik agar pekerjaan dapat berjalan lancar serta memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Iran Buka Suara usai Pidato Prabowo, Tegaskan Tak Pernah dan Tak Akan Miliki Senjata Nuklir
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Unjuk Gigi!
Voli Indonesia Berduka, Mantan Pemain Jakarta Pertamina Enduro Meninggal Dunia
Gratis di YouTube! Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026
Pelapor Diintimidasi Pihak Malik Bawazier Usai Laporkan Kasus Perzinaan
Update Kondisi Alex Martins! Dibawa ke Rumah Sakit, Pelatih Persebaya Surabaya Tunggu Kabar Terbaru
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Misi Berat Macan Kemayoran!
3 Fakta Respons Kedubes Iran usai Pidato Prabowo soal Nuklir, Tegaskan Programnya Hanya untuk Tujuan
