
Ilustrasi penyekapan anak. Antara
JawaPos.com - Lima orang pekerja dikabarkan menjadi korban penyekapan di sebuah gudang jasa pengiriman barang di kawasan Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Namun, setelah polisi turun tangan, fakta sebenarnya mulai terungkap.
Pihak kepolisian memastikan bahwa narasi "penyekapan" yang beredar tidaklah benar. Unit Reskrim Polsek Tanjung Priok telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi kejadian (TKP).
Kanit Reskrim Polsek Tanjung Priok, AKP Handam Samudro, menegaskan bahwa saat petugas tiba, ruangan tempat para karyawan berada sama sekali tidak terkunci. Kondisi gudang pun dapat diakses dengan mudah setiap saat.
"Gak ada di sekap. Orang kita masuk ruangan terbuka. Gak di kunci. Cuman diamanin di intrograsi sama sekuriti," ujar AKP Handam dikutip Kamis (12/2).
Lantas, apa yang sebenarnya terjadi? Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, insiden ini bermula dari adanya dugaan penggelapan barang milik konsumen.
Aksi nakal ini diduga dilakukan oleh oknum sopir yang bekerja sama dengan karyawan gudang jasa pengiriman tersebut. Karena pihak perusahaan harus menanggung kerugian konsumen, manajemen akhirnya memanggil para karyawan untuk dimintai keterangan.
"Dikarenakan pihak tempat bekerjanya mengganti kerugian kepada konsumen, maka pihak tempat bekerja meminta pertanggung jawaban kepada karyawan-karyawan jasa pengiriman ini," ujar AKP Handam.
Kasus ini mencuat ke permukaan setelah salah satu keluarga karyawan merasa khawatir dan menghubungi kantor hukum untuk meminta bantuan, yang kemudian diteruskan ke Call Center Polri 110.
Namun, setelah dilakukan mediasi, kedua belah pihak sepakat untuk tidak memperpanjang masalah ini ke jalur hukum formal.
"Terjadi komunikasi antara pihak tempatnya bekerja dengan karyawan, dan mereka sepakat menempuh jalur kekeluargaan dimana para pihak tidak membuat laporan polisi secara resmi," tambahnya.
Meski begitu, pihak kepolisian masih terus mendalami duduk perkara ini untuk memastikan semua prosedur berjalan sesuai aturan.
"Ini masih tunggu konfirmasi pihak tempat karyawan itu bekerja, karena mau kita ambil keterangannya belum bisa," imbuhnya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
