Logo JawaPos
Author avatar - Image
22 Januari 2026, 22.58 WIB

Gubernur Pramono Anung Buka Suara Soal Aksi Mogok Massal Pedagang Daging

Pedagang daging sapi melayani pembeli di Pasar Senen, Jakarta, Senin (11/3/2024). - Image

Pedagang daging sapi melayani pembeli di Pasar Senen, Jakarta, Senin (11/3/2024).

JawaPos.com - Mulai Kamis (22/1), pedagang daging sapi di seluruh wilayah Jabodetabek dikabarkan memutuskan untuk mogok berjualan. Langkah ini diambil sebagai bentuk protes atas melonjaknya harga daging sapi yang tak kunjung turun.

Menanggapi ancaman mogok massal tersebut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan telah mengecek situasi di lapangan. Meski mengakui adanya rencana aksi tersebut, ia meyakini aktivitas perdagangan di Jakarta tidak akan sepenuhnya lumpuh.

"Yang pertama saya membaca berita itu dan saya sudah mengecek di lapangan memang ada keinginan, tetapi saya yakin tetap berjualan di Jakarta," ujar Pramono di Jakarta Barat, Kamis (22/1).

Pramono berpendapat bahwa tidak semua pedagang daging akan patuh pada ajakan mogok berjualan. Apalagi, tingkat konsumsi daging di Jakarta tergolong tinggi.

"Karena untuk berjualan di Jakarta itu juga menjadi bagian yang tidak semua asosiasi bisa melarang anggotanya untuk berjualan," kata Pramono.

Diketahui, DPD Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) DKI Jakarta menerbitkan surat pemberitahuan kepada seluruh anggotanya, bandar sapi potong, dan pedagang daging akan melakukan aksi mogok dagang sebagai salah satu bentuk protes dan keprihatinan.

Kenaikan harga dipicu oleh tingginya harga sapi timbang hidup di tingkat feedloter serta naiknya harga karkas dari RPH. Kondisi ini diperparah dengan daya beli masyarakat yang kian menurun.

Sementara itu, Suhendi, 50, pedagang di Pasar Mitra Tambora, mengungkapkan bahwa saat ini harga daging mencapai Rp150 ribu per kilogram, jauh di atas harga normal Rp130 ribu.

"Harga daging tinggi sekarang Rp150 ribu per kilogram. Kondisinya sudah ada sekitar dua bulanan," jelas Suhendi.

Bahkan untuk daging jenis khas, harganya sudah menyentuh angka Rp170 ribu per kilogram. Akibatnya, banyak konsumen yang memilih untuk tidak membeli, sehingga penjualan pedagang merosot tajam.

Aksi mogok ini direncanakan berlangsung hingga Sabtu mendatang. Pedagang mengaku lebih baik kehilangan penghasilan sementara daripada membiarkan harga terus melambung menjelang bulan Ramadan.

Editor: Kuswandi
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore