
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie. (Muhtamimah/Jawa Pos)
JawaPos.com - Krisis sampah di wilayah Tangerang Selatan (Tangsel) memantik gelombang kritik dari masyarakat hingga mahasiswa. Mereka menuntut Pemkot Tangsel segera menangani persoalan tersebut. Atas kritik itu, Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menyampaikan bahwa saat ini pihaknya tengah menjalankan program 100 hari kerja untuk mempercepat penanganan masalah itu.
Menurut Benyamin, kritik masyarakat dan mahasiswa merupakan bentuk kegelisahan atas persoalan yang muncul. Dia memastikan kegelisahan tersebut dijawab dengan kerja keras Pemkot Tangsel membenahi tata kelola lingkungan. Menurut dia, program 100 hari kerja merupakan bagian dari ikhtiar pasca ditetapkannya status percepatan penanganan sampah yang melibatkan satgas lintas sektor.
”Saya mendengar dan merasakan kegelisahan adik-adik mahasiswa serta warga. Kritik adalah energi bagi kami. Kami tidak tinggal diam, saat ini Tim Satgas sedang bekerja di lapangan dalam kerangka program 100 hari untuk memastikan tidak ada lagi sampah yang terlantar di ruang publik,” kata Benyamin dalam keterangan resmi pada Jumat (9/1).
Benyamin tidak menampik bahwa pihaknya berhadapan dengan kendala teknis yang cukup berat. Utamanya pasca penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang yang disusul dengan penghentian sementara kerja sama dengan TPA Cilowong. Kondisi itu menyebabkan sumbatan pada alur pembuangan sampah di wilayah Tangsel.
”Sebagai langkah cepat, kami sudah mengamankan kerja sama dengan TPA Cileungsi sehingga pembuangan sampah dari titik-titik penumpukan, termasuk di wilayah Ciputat, kini sudah mulai terurai,” kata dia.
Atas kondisi yang membuat masyarakat Tangsel merasa tidak nyaman, Benyamin menyampaikan permohonan maaf. Dia pun menegaskan kembali bahwa program 100 hari kerja mematok target yang pasti. Yakni membersihkan seluruh titik rawan serta melakukan pengangkutan sampah secara masif dan rutin dari titik-titik yang selama ini menjadi lokasi penumpukan sampah liar.
Benyamin menambahkan, optimalisasi armada pengangkut sampah dilakukan dengan menambah frekuensi ritase pengangkutan dan perbaikan unit kendaraan yang mengalami kendala. Dia pun memastikan bahwa jalur komunikasi warga untuk melaporkan penumpukan sampah secara langsung juga dibuka seluas-luasnya oleh Pemkot Tangsel.
“Selain itu, mempercepat kesiapan teknologi pengolahan residu sebagai solusi jangka panjang agar tidak lagi bergantung sepenuhnya pada TPA luar daerah. Ini adalah kerja kolektif. Saya pastikan Pemkot Tangsel bertanggung jawab penuh,” ujarnya.

Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Prediksi Skor Portugal vs Spanyol: Pasar Taruhan Dunia Jagokan La Furia Roja, Ronaldo Siap Balas Rekor Buruk
Prediksi Skor Argentina vs Mesir di Piala Dunia 2026: Lionel Messi vs Mohamed Salah, Albiceleste Diunggulkan ke Perempat Final
Dijanjikan Gaji Rp 1,4 Juta Hanya Cair Rp 76 Ribu, Kopdes Merah Putih di Bojonegoro Pilih Tutup
Prediksi Swiss vs Kolombia di 16 Besar Piala Dunia 2026: Sesumbar De Nati Andalkan Manzambi
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia: Bursa Taruhan Dunia Ramalkan Imbang, Red Devils Unggul Head to Head
Prediksi Skor Argentina vs Mesir di 16 Besar Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Lionel Messi atau Mohamed Salah
