
Petugas kepolisian dan warga membersihkan area masjid pasca ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu (9/11). (Istimewa)
JawaPos.com - Publik masih menyoroti sosok FN, terduga pelaku peledakan masjid SMAN 72 Jakarta. Dari keterangan warga di lingkungan tenmpat tinggalnya, FN dikenal sebagai pribadi yang tertutup dan jarang bersosialisasi.
Hal ini diungkapkan oleh Danny Rumondor, ketua RT di lingkungan tempat tinggal FN di wilayah Cilincing, Jakarta Utara.
"Sama warga sini juga benar-benar nggak ada sosialisasi. Tetangga sebelah rumah pun jarang lihat, sangat jarang, kecuali dia pergi sekolah ya, dibonceng bapaknya. Dia tidak ada pernah join di sini bermain sama-sama anak di sini, nggak pernah," kata Danny.
Ia menuturkan, FN sudah tinggal sekitar tujuh tahun di kawasan itu bersama ayahnya. Saat SMP di kawasan Sukapura, FN masih tergolong aktif bergaul. Namun, sejak pindah ke SMA dan menetap di Kelapa Gading, perilakunya berubah drastis.
"Katanya sejak SMA dia lebih banyak di kamar, jarang keluar rumah, bahkan sama orang rumah juga jarang ngobrol," ungkap Danny.
Jajaran Polres Metro Jakarta Utara menggelar aksi bersih-bersih di lokasi ledakan SMAN 72 Jakarta di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu (9/11). Aksi ini dilakukan sebagai langkah pemulihan pascainsiden ledakan.
Personel kepolisian bersama warga dan pihak sekolah tampak bahu-membahu membersihkan area masjid sekolah yang rusak akibat ledakan.
Selain mengecat ulang dinding yang menghitam, petugas juga membersihkan lantai dan halaman dari puing-puing sisa ledakan yang masih berserakan.
"Kegiatan kita khusus pada pengembalian seperti sediakala yang terdampak dari insiden kemarin," ujar Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Utara AKBP Ari Galang Saputra.
Ari menjelaskan, kegiatan ini tidak hanya bertujuan memperbaiki fisik bangunan, tetapi juga memulihkan psikologis siswa dan guru menjelang dimulainya kembali kegiatan belajar mengajar pada Senin (10/11).
"Harapannya seluruh siswa bisa beraktivitas normal kembali tanpa rasa takut," ujarnya.
Pascainsiden ledakan di SMAN 72 Jakarta, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memutuskan untuk menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) mulai Senin (10/11).
Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana menjelaskan, kawasan sekolah hingga kini masih dalam proses pengamanan dan sterilisasi oleh pihak kepolisian. Karena itu, aktivitas belajar mengajar sementara dialihkan secara daring.
"Pembelajaran akan difokuskan pada proses pemulihan dan persiapan mental siswa sebelum kembali ke sekolah,” kata Nahdiana, Minggu (9/11).
Ia menambahkan, pembelajaran selama PJJ tidak hanya berisi materi akademik, tetapi juga aktivitas yang mendukung pemulihan emosional siswa. Seperti olahraga ringan, seni, dan kegiatan interaktif bersama wali kelas dan psikolog.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
