Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 8 Oktober 2025 | 05.49 WIB

BGN Langsung Sidak ke SPPG Mampang 1 Depok Usai Viral Menu MBG Tak Sesuai Komposisi Gizi

Tim Inspeksi BGN gerak cepat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mampang 1 Depok, pada hari ini, Selasa (7/10).

JawaPos.com - Tim Investigasi Independen Badan Gizi Nasional (BGN) gerak cepat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mampang 1 Depok, pada hari ini, Selasa (7/10). Anggota Tim Investigasi Independen BGN, Raniah Salsabila, memastikan langkah cepat ini diambil sebagai tindak lanjut atas beredarnya unggahan di media sosial tentang menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai tidak sesuai komposisi standar gizi. 

Adapun menu yang dipersoalkan berupa pangsit goreng, kentang rebus, wortel rebus, pisang, dan saus tomat. Namun setelah dilakukan penyidakan, pihaknya menemukan fakta bahwa pangsit goreng itu berisi tahu, telur, dan ayam, bukan hanya kulit pangsit seperti yang terlihat di foto unggahan.

"Pangsit goreng itu sesungguhnya tidak hanya kulit pangsit, namun juga berisi tahu, telur, dan ayam," ujar Raniah Salsabila dalam keterangan resmi.

Selain itu, berdasarkan temuan tim, Raniah juga memastikan bahwa penggunaan kentang sebagai menu pengganti dilakukan untuk mengurangi sisa makanan terbuang atau food waste yang sebelumnya banyak berasal dari nasi dan sayur.

Bahkan, ia juga memastikan bahwa menu pada hari lainnya di SPPG tersebut sudah cukup sesuai dengan standar kelayakan dan ketentuan. Adapun dari sisi fasilitas, dapur SPPG Mampang 1 dinilai cukup layak, meski beberapa aspek infrastruktur masih perlu dilengkapi agar lebih sesuai dengan Petunjuk Teknis (Juknis) Program MBG.

"Sebagai tindak lanjut, Tim Investigasi merekomendasikan beberapa hal untuk memastikan pelayanan gizi yang optimal. Mulai dari perlunya evaluasi menu dan porsi makanan, serta perbaikan dan kelengkapan infrastruktur SPPG sesuai dengan Juknis MBG," ungkap Rania.

Sementara itu, Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati menegaskan bahwa setiap SPPG wajib mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) dan memenuhi tingkat kecukupan gizi yang telah ditetapkan oleh BGN.

"SPPG harus menjadi garda terdepan dalam menjaga mutu layanan gizi. Setiap dapur wajib memastikan menu yang disajikan tidak hanya aman dan higienis, tetapi juga memenuhi komposisi gizi yang cukup bagi penerima manfaat," tukas Hida.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore