
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana. (Nurul Fitriana/JawaPos.com)
JawaPos.com — Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menginstruksikan kepada seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar memprioritaskan pasokan pangan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari peternak dan pelaku usaha lokal. Langkah itu dilakukan untuk mendukung keberlangsungan ekonomi masyarakat daerah.
"SPPG diminta mengutamakan produk dan produksi lokal, termasuk untuk kebutuhan telur dalam Program MBG," ucapnya di Jakarta, Jumat (13/5).
Menurut Dadan, apabila mitra pelaksana MBG memiliki koperasi atau jaringan pemasok sendiri, maka pasokan bahan pangan diharapkan tetap menyerap hasil produksi peternak lokal di masing-masing wilayah.
Kebijakan tersebut kata Dadan, sejalan dengan arahan Presiden agar kebutuhan telur dalam Program MBG wajib berasal dari produksi dalam negeri. "Sesuai keinginan Presiden, telur untuk Program MBG terutama wajib menggunakan produksi lokal," sambungnya.
Selain itu, Presiden disebut meminta telur sebagai sumber protein lebih sering dikonsumsi dalam menu Program MBG. Meski demikian, BGN tidak menetapkan menu nasional secara seragam, melainkan hanya menetapkan standar komposisi gizi.
Untuk memastikan kualitas menu tetap sesuai standar gizi, BGN menempatkan ahli gizi di setiap SPPG. Mereka bertugas menyusun menu berdasarkan potensi pangan daerah sekaligus memastikan kebutuhan nutrisi penerima program terpenuhi.
"BGN tidak menetapkan menu nasional, tapi membuat standar komposisi gizi. Oleh sebab itu, menempatkan pengawas gizi di setiap SPPG agar bisa membuat menu berbasis potensi sumber daya lokal dan kesukaan masyarakat lokal," ucap Dadan.
Selain mendukung ketahanan pangan nasional, kebijakan penggunaan produk lokal juga diharapkan mampu menjaga stabilitas harga hasil peternakan di tingkat produsen. Menurut Dadan, Program MBG harus memberikan manfaat ganda, baik dari sisi pemenuhan gizi masyarakat maupun penguatan ekonomi lokal.
Dadan menilai, produksi telur dalam negeri saat ini masih mampu memenuhi kebutuhan Program MBG apabila distribusi dan penyerapan dilakukan secara optimal. Karena itu, dia meminta seluruh pelaksana program terus memperkuat kemitraan dengan peternak lokal di masing-masing daerah.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Herri Pras Akhirnya Minta Maaf Usai Digeruduk Petarung MMA karena Hina UAH dan UAS
Netty Pergi, Jenderal Ditangkap: Ketika Riset Doktoral Membaca Kerusakan Polri dari Dalam
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Blunder Berujung Gol, Fitrah Maulana Ungkap Perasaannya Usai Persib Menang
Prediksi Skor Madura United vs Arema FC: Pertarungan Seru Ze Gomes dan Andre Caldas
Prediksi Skor PSIM vs Dewa United di BRI Super League: Laskar Mataram Berpeluang Beri Kejutan!
Prediksi Skor Toulouse vs Strasbourg: Les Violets Berusaha Akhiri Paceklik Gol di Kandang
Prediksi Skor Cagliari vs Frosinone: Canarini Bidik Akhiri Kutukan 13 Tahun
Prediksi Skor PSIM Yogyakarta vs Dewa United: Banten Warriors Curi Kemenangan di Sultan Agung
Kamera Pengintai Identifikasi 19 Macan Tutul Jawa Beserta Rantai Makanannya di TNBTS

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022