
Warga penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) mengantre untuk membeli sembako bersubsidi di mini market Kawasan Duri Kosambi, Jakarta Barat, Selasa (8/7/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan KJP Plus dan KJMU tidak masuk dalam evaluasi program usai dana transfer daerah untuk Jakarta tahun 2026 dipangkas.
Hal itu disampaikan Pramono usai menggelar rapat pimpinan secara tertutup bersama jajarannya untuk membahas pemotongan dana transfer daerah tahun 2026, Senin (6/10).
Rapat itu secara khusus membahas langkah efisiensi yang akan dilaksanakan Pemprov DKI Jakarta terhadap kebijakan Kementerian Keuangan yang memotong dana transfer tahun 2026 untuk Jakarta sebesar Rp 15 triliun.
''Apapun ini, sudah menjadi keputusan pemerintah pusat. Sehingga kami tidak punya pilihan lain kecuali menjalankan apa yang menjadi keputusan pemerintah pusat,'' terang Pramono.
Politikus PDI Perjuangan itu mengakui, dampak kebijakan itu sangat signifikan terhadap Rancangan APBD DKI yang sedang dalam proses pembahasan dengan DPRD.
Yakni dari sebelumnya sebesar Rp 26 triliun menjadi hanya Rp 11,15 triliun. ''(Rancangan) APBD kami dari Rp 95,35 triliun menjadi Rp 79 triliun,'' jelasnya.
Untuk itu, Pramono memerintahkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov DKI Jakarta untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh.
''Kami melakukan evaluasi secara menyeluruh, menyisir kembali belanja-belanja nonprioritas, menajamkan fokus belanja yang secara langsung dirasakan oleh masyarakat di Jakarta,'' katanya.
Beberapa program dipastikan tidak terdampak evaluasi adalah yang berdampak langsung kepada masyarakat menengah ke bawah.
Dia mencontohkan, Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus kepada 707.513 siswa dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) kepada 16.979 penerima akan tetap berjalan tanpa perubahan.
''Yang lain-lain tentunya akan ada refocusing, efisiensi, dan juga realokasi,'' katanya. Beberapa yang akan diefisiensi itu meliputi perjalanan dinas, anggaran makan minum, dan anggaran yang belanjanya bukan prioritas utama. Jadi, lanjutnya, Balai Kota juga melaksanakan efisiensi.
Saat ditanyakan kebijakan Pramono tahun ini yang banyak memberikan relaksasi pajak dan meningkatkan pendapatan tahun depan, Pram menyebut akan menutupinya dengan berbagai hal.
Salah satunya, evaluasi subsidi transportasi yang sangat besar setiap tahunnya. Utamanya, subsidi untuk Transportasi Jakarta (TJ).
''Sekarang kan, mau kemana saja (naik TJ), bayarnya Rp 3500. Ini belum tentu dinaikkan ya, saya hanya menyampaikan contoh. Subsidi transportasi itu bisa hampir Rp 15 ribu per orang. Sehingga dengan demikian, kami akan kaji kembali,'' katanya.
Tetapi yang jelas, lanjutnya, program prioritas bagi warga tidak akan diganggu sama sekali.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
