Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 27 September 2025 | 14.47 WIB

Jakarta Siapkan Early Warning System Polusi Udara, Bisa Prediksi Kualitas Udara Hingga 3 Hari ke Depan

Ilustrasi polusi udara di Jakarta. (Salman Toyibi/Jawa Pos) - Image

Ilustrasi polusi udara di Jakarta. (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah mengembangkan Early Warning System (EWS) polusi udara. Sistem ini digagas sebagai langkah antisipatif untuk melindungi kesehatan warga sekaligus dasar dalam pengambilan kebijakan berbasis data.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto menegaskan, sistem ini akan menjadi alat penting dalam menghadapi tantangan kualitas udara di Ibu Kota.

"Sistem ini akan memberikan informasi kualitas udara secara real-time hingga tiga hari ke depan, termasuk rekomendasi langkah mitigasi yang dapat dilakukan masyarakat, seperti mengenakan masker atau membatasi aktivitas di luar ruangan," ujarnya.

Asep menekankan, peran masyarakat sangat vital dalam mengurangi emisi. Menurutnya, perubahan perilaku individu bisa menjadi bagian penting dalam menciptakan Jakarta yang lebih sehat.

"Kami mendorong warga untuk mulai beralih menggunakan transportasi publik, bersepeda, atau berjalan kaki. Dengan partisipasi semua pihak, kita dapat menciptakan kualitas udara Jakarta yang lebih sehat dan berkelanjutan," tambahnya.

Senada dengan Asep, Direktur Clean Air Asia Indonesia Ririn Radiawati Kusuma mengingatkan, keberhasilan EWS sangat bergantung pada kesadaran kolektif masyarakat.

"Faktor terbesar yang menentukan efektivitas EWS adalah perilaku manusia. Misalnya, saat transportasi umum digratiskan pada hari dengan tingkat polusi tinggi, apakah masyarakat bersedia meninggalkan kendaraan pribadinya? Ini tantangan bersama yang harus dihadapi," jelasnya.

Ririn juga mengimbau berbagai pihak, termasuk dunia pendidikan dan sektor usaha, agar ikut berkontribusi dalam menekan polusi.

Ia menyarankan agar masyarakat mengurangi mobilitas saat kualitas udara memburuk, bekerja dari rumah jika memungkinkan, hingga menggunakan masker.

"Institusi pendidikan dan dunia usaha juga diharapkan mengambil peran, seperti dengan menerapkan kebijakan pembelajaran jarak jauh atau Work From Home (WFH) pada kondisi tertentu," tambahnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore