Pengguna sepeda motor melintasi jalur yang di lewati truk yang menyebabkan kemacetan di Parung Panjang, Bogor, Jawa Barat. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
JawaPos.com - Keseriusan pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Bogor, kini sedang dipertanyakan terkait upaya untuk menyelesaikan masalah truk tambang di Parung Panjang dan sekitarnya.
Rencana pembangunan jalan khusus tambang pun disorot sejumlah pihak sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan selama puluhan tahun ini.
Pembangunan tol tambang selama ini hanya menjadi komoditas politik menjadi janji namun sayangnya tak pernah terealisasi. Bahkan, sampai berganti kepemimpinan kepala daerah, jalur tol tambang yang diwacanakan hanya berhenti pada tataran wacana saja.
Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Mulyadi, mengatakan bahwa jalur tambang harus diprioritaskan pembangunannya supaya warga Parung Panjang memiliki kepercayaan kepada pemerintah.
"Pembangunan tol tambang ini yang pernah kita dorong," kata Mulyadi, anggota DPR dapil Kabupaten Bogor itu.
Desakan agar pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Bogor memprioritaskan pembangunan jalan khusus tambang juga diungkapkan Asosiasi Transporter Tangerang-Bogor (ATTB). Menurut dia, ini akan menjadi solusi supaya truk tambang dapat memanfaatkan secara maksimal potensi bisnisnya namun tidak lagi merugikan masyarakat.
"Segera dibangun jalan khusus tambang. Itu solusi yang paling tepat supaya tidak ada lagi yang terganggu. Masyarakat bisa beraktivitas dengan tenang tanpa terganggu oleh truk tambang," kata Ahmad Gozali selaku Sekretaris Jenderal ATTB.
Ahmad Gozali mengungkapkan bahwa pemerintah harus hadir untuk memberikan solusi di tengah keadaan genting terjadinya gesekan di masyarakat dan truk tambang. Tanpa kehadiran pemerintah dengan membawa solusi nyata, maka masalah ini tidak akan pernah tuntas.
"Disinilah pentingnya pemerintah harus hadir. Baik pemerintah daerah, provinsi, bahkan pemerintah pusat," tuturnya.
Menurut Ahmad Gozali, masalah truk tambang ini bukan hanya masalah Provinsi Jawa Barat saja. Tapi juga masalah bagi Provinsi Banten dan DKI Jakarta. Pasalnya, bahan material tersebut dikirimkan ke tiga provinsi tersebut.
Dia menegaskan bahwa volume kendaraan tambang yang mencapai 2.700-3000 unit per hari tidak mungkin lagi menggunakan jalan utama Parung Panjang. Oleh sebab itu, perlu dicarikan solusi secara serius.
"Ayo duduk bersama untuk mencari solusi," katanya.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
