Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 12 September 2025 | 22.35 WIB

PT KCN Tegaskan Proyek Tanggul Beton di Cilincing Sah Secara Hukum dan Sudah Ada Sejak 2010, Dirut: Tidak Ribut Waktu Itu

Nelayan berada di atas proyek tanggul beton di perairan Cilincing, Jakarta, Kamis (11/9/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Nelayan berada di atas proyek tanggul beton di perairan Cilincing, Jakarta, Kamis (11/9/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan PT Karya Citra Nusantara (KCN) menegaskan bahwa proyek yang viral memperlihatkan tanggul beton di Cilincing, Jakarta Utara, sudah sah secara hukum dan segala perizinannya.

Direktur Utama PT KCN Widodo Setiadi mengatakan, tanggul beton yang viral disebut membuat penghasilan nelayan menurun itu sebenarnya adalah bagian dari proyek pengembangan terminal umum berupa pelabuhan yang pembangunannya sudah mencapai 70 persen.

"Jadi kalau saya ditanya, apakah (proyek pelabuhan) ini sah? Sah," tegasnya, Jumat (12/9).

Ia menjelaskan, sebetulnya proses pembangunan pelabuhan yang digagas bersama pemerintah ini sudah dimulai sejak 2010 dengan pola pembangunan yang sama.

"Tidak ada yang ribut pada waktu itu, baru sekarang," ucapnya.

Dalam pembangunan pelabuhan ini, Widodo menerangkan ada 3 pier yang dibangun. 

"Di Pier 3 yang ini sekarang jadi ramai isunya ada tanggul beton. Itu kalau kita lihat itu breakwater, bagian dari pembangunan pelabuhan," tandasnya.

Senada, Kementerian Kelautan dan Perikanan telah melakukan verifikasi lapangan terkait keberadaan pagar beton di laut Cilincing, Jakarta Utara. 

Direktur Pengendalian Pemanfaatan Ruang Laut KKP Fajar Kurniawan menjelaskan, pembangunan itu merupakan proyek reklamasi di area PT Karya Cipta Nusantara (KCN). Berdasarkan hasil verifikasi lapangan, proyek tersebut telah memiliki izin lengkap dan tidak menutup akses bagi nelayan.

"Hasilnya, proyek tersebut memiliki izin lengkap dan di lapangan pemrakarsa tidak menutup akses bagi nelayan," ujar Fajar, Kamis (11/9).

Sebelumnya, Sebuah tanggul beton di pesisir Cilincing, Jakarta Utara, mendadak menjadi sorotan publik. Video yang menampilkan keberadaan tanggul tersebut viral di media sosial dan menuai keluhan dari para nelayan.

Dalam rekaman yang diunggah akun Instagram @arie_ngetren, terdengar suara seseorang nelayan menyebut panjang tanggul beton itu mencapai 2-3 kilometer. Tanggul tersebut disebut menghalangi jalur nelayan saat hendak melaut.

"Jadi nelayan kesulitan mencari ikan. Dia harus memutar jauh dengan adanya tanggul beton ini," ucap seorang dalam video yang dikutip Rabu (10/9).

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore