Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 19 Agustus 2025 | 23.37 WIB

Minimalkan Kemacetan di Pondok Cabe, Dishub akan Uji Coba Sistem Satu Arah

Kemacetan di wilayah Pondok Cabe Udik, Kecamatan Pamulang. (Dishub Tangsel untuk Jawa Pos) - Image

Kemacetan di wilayah Pondok Cabe Udik, Kecamatan Pamulang. (Dishub Tangsel untuk Jawa Pos)

JawaPos.com - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) akan melakukan uji coba rekayasa lalu lintas sistem satu arah (SSA) di wilayah Pondok Cabe Udik, Kecamatan Pamulang. Uji coba tersebut dijadwalkan berlangsung mulai 10 September 2025.

Rekayasa lalu lintas ini akan diterapkan di Jalan Kemiri Raya dan Jalan Kunir, segmen simpang Universitas Terbuka (UT)/Kemiri sampai simpang Kunir dan simpang Gaplek. Uji coba berlangsung pada pagi pukul 06.00-09.00 WIB dan sore pukul 15.00-19.00 WIB. Kemudian, SSA juga diberlakukan di Jalan Kayu Manis Raya segmen simpang Kayu Manis hingga simpang Kayu Manis 1 selama 24 jam penuh.

"Tujuan utama dari penerapan SSA ini untuk meminimalisir dan mengurangi tingkat kemacetan yang ada. Yang awalnya lalu lintas macet total menjadi bergerak," jelas Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Tangsel Martha Lena kepada Jawa Pos kemarin (19/8).

Martha menerangkan, beberapa faktor penyebab kemacetan di wilayah tersebut antara lain radius tikungan yang terbatas dan lebar akses keluar masuk di Jalan Kemiri yang sempit hanya sekitar 4 meter.

Ditambah lagi volume kendaraan dari arah Depok yang cukup tinggi, menyebabkan adanya titik konflik yang berujung pada antrian panjang hingga kendaraan kerap mengunci di persimpangan.

"Selain itu, banyaknya akses keluar-masuk di sekitar simpang UT/Kemiri dari Jalan Merica, Jalan Talas III, Universitas Terbuka, dan Sekolah Kharisma Bangsa semakin memperparah kemacetan," lanjutnya.

Dishub mencatat kondisi ruas Jalan Kemiri Raya berada pada Level of Service (LOS) E dengan antrian rata-rata sepanjang 150 meter. Sedangkan ruas Jalan Cabe Raya-Cirendeu Raya masuk LOS F dengan antrean mencapai 300 meter. 

Kecepatan kendaraan rata-rata di segmen simpang Gaplek sampai simpang Kayu Manis hanya sekitar 15,6 km/jam, berada pada LOS F. "Radius tikungan Simpang Kayu Manis yang sempit hanya 4 meter, membuat kendaraan sulit bermanuver. Serta adanya aktivitas sekolah Mumtaza di sekitar dan tingginya volume lalu lintas menuju dan dari Jalan Kayu Manis yang mengarah ke Cinere, memicu antrian panjang sampai Simpang Golf hingga kondisi lalu lintas sering tidak jalan dan mengunci di simpang," lanjut Martha.

Dia menambahkan, jarak antar simpang yang dekat, seperti simpang Kayu Manis dengan simpang Southcity (125 meter) dan simpang Kayu Manis dengan simpang Bukit Golf (200 meter), juga menjadi faktor kemacetan. Dengan uji coba itu, Dishub berharap arus lalu lintas di Pondok Cabe Udik bisa lebih lancar dan memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore