Logo JawaPos
Author avatar - Image
23 Maret 2026, 00.55 WIB

Hari Kedua Lebaran 2026 Tulungagung Masih Lengang! Polisi Waspadai Kiriman Kendaraan dari Kediri

Petugas Satlantas mengatur arus lalu lintas di kawasan pusat kota Tulungagung saat Lebaran 2026. (Radar Tulungagung) - Image

Petugas Satlantas mengatur arus lalu lintas di kawasan pusat kota Tulungagung saat Lebaran 2026. (Radar Tulungagung)

JawaPos.com — Memasuki hari kedua Lebaran 2026, lalu lintas di Tulungagung justru masih terbilang lengang. Situasi ini berbeda dengan sejumlah daerah lain yang mulai dipadati kendaraan sejak hari pertama Idul Fitri.

Pantauan hingga Minggu (22/3/2026), arus kendaraan di berbagai ruas utama Kabupaten Tulungagung masih terpantau aman dan lancar.

Belum terlihat adanya antrean panjang ataupun kepadatan berarti yang menghambat mobilitas warga.

Kondisi ini membuat aktivitas masyarakat berjalan relatif nyaman, baik untuk silaturahmi maupun perjalanan wisata lokal. Namun, aparat kepolisian tidak ingin lengah dengan situasi yang terlihat tenang ini.

Kasatlantas Polres Tulungagung, AKP M. Taufik Nabila, menyebut arus lalu lintas saat ini masih masuk kategori landai. Meski begitu, pihaknya tetap menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi lonjakan kendaraan.

“Untuk sampai sekarang belum ada penumpukan di jalur Tulungagung. Namun kami tetap antisipasi karena jalur dari Kediri informasinya ramai,” ujarnya.

Pernyataan ini menjadi sinyal penting gelombang kendaraan bisa saja datang sewaktu-waktu.

Arus dari Kediri disebut menjadi salah satu faktor yang patut diwaspadai oleh petugas. Jika terjadi peningkatan volume kendaraan dari wilayah tersebut, dampaknya bisa langsung terasa di Tulungagung.

Karena itu, sejumlah titik strategis mulai dipetakan sebagai lokasi rawan kepadatan. Langkah ini dilakukan agar penanganan bisa cepat jika terjadi lonjakan arus secara tiba-tiba.

Menurut AKP Taufik, kawasan Jepun dan pusat kota menjadi perhatian utama petugas. Selain itu, jalur dari arah Ngantru juga masuk dalam radar pengawasan intensif.

“Yang diantisipasi di Jepun dan kota, termasuk dari arah Ngantru,” imbuhnya. Titik-titik ini dikenal sebagai jalur pertemuan arus kendaraan dari berbagai arah.

Biasanya, kepadatan di wilayah tersebut dipicu oleh aktivitas masyarakat yang meningkat saat Lebaran. Mulai dari kunjungan keluarga hingga perjalanan wisata, semuanya berpotensi menambah volume kendaraan.

Meski saat ini masih landai, potensi perubahan kondisi lalu lintas tetap terbuka. Terlebih pada jam-jam tertentu seperti siang hingga sore hari saat mobilitas warga mencapai puncaknya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore