Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 26 Juli 2025 | 05.29 WIB

Penduduk Miskin di Jakarta Naik Tembus 464 Ribu, BPS Ungkap Penyebab Utamanya

Anak-anak bermain di sungai Ciliwung, Bukit Duri, Jakarta, Rabu (26/8/2020).Jumlah penduduk miskin Indonesia per Maret 2020 sebanyak 26,42 juta jiwa atau sebesar 9,78%. Angka ini meningkat dari tahun sebelumnya yang sebesar 9,41% atau 25,14 juta penduduk. - Image

Anak-anak bermain di sungai Ciliwung, Bukit Duri, Jakarta, Rabu (26/8/2020).Jumlah penduduk miskin Indonesia per Maret 2020 sebanyak 26,42 juta jiwa atau sebesar 9,78%. Angka ini meningkat dari tahun sebelumnya yang sebesar 9,41% atau 25,14 juta penduduk.

JawaPos.com – Jumlah penduduk miskin di DKI Jakarta mengalami kenaikan pada Maret 2025. Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat, terdapat 464,87 ribu orang miskin, naik 15,8 ribu orang dibandingkan September 2024.

“Jumlah penduduk miskin sebesar 464,87 ribu orang, naik 15,8 ribu orang untuk posisi di Maret 2025 terhadap September 2024 yang sebesar 449,07 ribu orang,” ujar Kepala BPS DKI Jakarta, Nurul Hasanudin, Jumat (25/7).

Angka kemiskinan di Jakarta pada Maret 2025 tercatat 4,28 persen, naik 0,14 persen jika dibandingkan September 2024 yang sebesar 4,14 persen.

Namun jika dibandingkan Maret 2024, angka ini justru turun tipis 0,02 persen poin, dari 4,3 persen menjadi 4,28 persen.

Secara nasional, kemiskinan Indonesia berada di angka 8,47 persen, atau sekitar 23,85 juta orang. Jakarta masih berada di posisi ketiga terendah dalam tingkat kemiskinan setelah Bali dan Kalimantan Selatan.

“Untuk angka kemiskinan perkotaan, dari 39 provinsi di Indonesia, sebanyak 21 provinsi mengalami peningkatan tingkat kemiskinan. Dan kenaikan (kemiskinan) Jakarta 0,14 persen,” ungkap Nurul.

Penyebab Kemiskinan

Salah satu penyebab meningkatnya angka kemiskinan di Jakarta adalah meningkatnya jumlah pekerja informal. Pada Februari 2025, persentasenya naik 1,89 persen, menjadi 37,95 persen, dari Februari 2024 yang sebesar 36,06 persen.

Sebaliknya, jumlah pekerja di sektor formal justru mengalami penurunan sebesar 1,89 persen poin pada periode yang sama.

BPS juga mencatat faktor lain yang memicu kenaikan kemiskinan, yakni inflasi yang meningkat sejak Oktober hingga Desember 2024.

Pada Maret 2025, inflasi Jakarta mencapai 2,00 persen, lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional sebesar 1,65 persen.

Masuknya bulan Ramadhan pada awal 2025 menyebabkan lonjakan harga pangan, yang pada akhirnya menurunkan daya beli kelompok rentan.

Kondisi ini membuat rata-rata pengeluaran konsumsi kelompok miskin ikut menurun, memperburuk kondisi kemiskinan di ibu kota.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore