
Pembalap memacu kecepatan saat balapan Formula E World Championship musim ke-11 di Jakarta International E-Prix Circuit (JIEC), Jakarta. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com – Ajang balap mobil listrik 2025 Sarinah Jakarta E-Prix yang digelar pada 21 Juni 2025 menghasilkan 21,4 ton sampah. Namun, sampah itu berhasil di kelola hingga tidak menyisakan satu gram pun untuk dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Mengusung prinsip Zero Waste to Landfill, semua limbah selama penyelenggaraan diolah melalui kombinasi metode daur ulang, komposting, hingga pemanfaatan teknologi energi dari sampah atau Refuse Derived Fuel (RDF).
“Sebanyak 34,4% sampah berhasil didaur ulang menjadi bahan baku baru, 15,8% sampah organik diolah menjadi kompos yang mendukung pengembangan pertanian urban, dan 49,7% sisanya diproses menggunakan teknologi RDF yang ramah lingkungan,” ujar Ivan C. Permana, Project Director 2025 Sarinah Jakarta E-Prix.
Tak hanya soal sampah, ajang ini diklaim sukses menurunkan emisi karbon hingga 11.609 kg CO₂eq per event. Jika dikonversikan, pengurangan emisi ini setara dengan penanaman 192 pohon selama 10 tahun, pengisian daya 938.550 ponsel pintar, berkendara sejauh 67,8 km menggunakan mobil diesel, atau mengendarai motor sejauh 102 km.
Langkah ini merupakan bagian dari inisiatif keberlanjutan Jakpro melalui program JakGreen. Program ini berfokus pada integrasi isu lingkungan ke dalam setiap proyek, mulai dari pengelolaan limbah, efisiensi energi, pengurangan emisi, hingga peningkatan kesadaran publik terhadap kota hijau dan berkelanjutan. Tak sendiri, Jakpro menggandeng Waste4Change sebagai mitra pengelolaan sampah.
Diketahui, acara ini diselenggarakan dengan semangat sportainment dan inovasi, serta dihadiri oleh lebih dari 23.000 penonton. Lebih dari sekadar balapan, 2025 Sarinah Jakarta E-Prix menegaskan posisi Jakarta sebagai kota global yang kompetitif, inklusif, dan visioner. Event ini lahir dari sinergi antara pemerintah, pelaku industri, komunitas, serta mitra nasional dan internasional.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
