Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 15 Juli 2025 | 05.19 WIB

Dugaan Beras Oplosan Food Station Disorot! Pemprov DKI Buka Sebut Rutin Lakukan Uji Lab

Ilustrasi beras premium yang dijual pedagang di pasar tradisional. /Aditya Pradana Putra/Antara - Image

Ilustrasi beras premium yang dijual pedagang di pasar tradisional. /Aditya Pradana Putra/Antara

JawaPos.com–Kasus dugaan beras oplosan yang menyeret PT Food Station Tjipinang Jaya ramai diperbincangkan. Perusahaan pangan milik Pemprov DKI Jakarta itu kini menjadi sorotan, usai Menteri Pertanian mengungkap ada ratusan merek beras tak sesuai mutu.

Menanggapi isu tersebut, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta Hasudungan Sidabalok memastikan, beras dari Food Station yang digunakan dalam program pangan bersubsidi telah melalui uji laboratorium dan memenuhi kualitas standar. 

Hasudungan menjelaskan, program Penyediaan dan Pendistribusian Pangan dengan Harga Murah bagi Masyarakat Tertentu menggunakan beras dengan merek Setra Pulen dan Setra Ramos produksi PT Food Station Tjipinang Jaya. Pihaknya secara berkala selalu melakukan pengujian laboratorium untuk memastikan kualitas beras.

“Sedikitnya 3 kali dalam setahun melakukan pengambilan sampel beras di gudang FS dan melakukan pengujian di Laboratorium Terakreditasi (Lab Saraswanti dan atau Lab PPSH DKPKP) untuk memastikan kesesuaian mutunya,” ujar Hasudungan, Senin (14/7).

Dia menambahkan, sepanjang 2025, pengambilan sampel telah dilakukan dua kali yakni pada 24 Januari dan 16 Juni di gudang Food Station. Hasil uji dari Lab Saraswanti di Jakarta Pusat menunjukkan bahwa mutu beras sesuai dengan kelas premium.

“Terkait berita tentang indikasi pelanggaran kualitas beras di ritel modern, PT Food Station Tjipinang telah memenuhi panggilan Bareskrim Polri untuk memberikan keterangan dengan kemungkinan pemanggilan berikutnya setelah hasil analisis pemeriksaan terhadap sampel oleh Satgas Pangan selesai dilakukan,” jelas Hasudungan.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kata Hasudungan, juga sedang bekerja sama dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk menguji 50 sampel beras guna memastikan keamanan dan mutu pangan yang beredar di pasaran.

“Diimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dalam membeli beras dan diharapkan agar menunggu hasil investigasi dari pihak yang berwajib terkait informasi yang beredar pada saat ini,” imbuh Hasudungan.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman membeberkan temuan 212 merek beras dari total 268 yang diuji laboratorium dinyatakan tak sesuai mutu, takaran, hingga melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Polisi menyelidiki empat perusahaan besar yang diduga memproduksi beras dengan kemasan tak sesuai aturan. Mereka adalah Wilmar Group, PT Food Station Tjipinang Jaya, PT Belitang Panen Raya, dan PT Sentosa Utama Lestari (Japfa Group).

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore