
Ilustrasi beras premium yang dijual pedagang di pasar tradisional. /Aditya Pradana Putra/Antara
JawaPos.com–Kasus dugaan beras oplosan yang menyeret PT Food Station Tjipinang Jaya ramai diperbincangkan. Perusahaan pangan milik Pemprov DKI Jakarta itu kini menjadi sorotan, usai Menteri Pertanian mengungkap ada ratusan merek beras tak sesuai mutu.
Menanggapi isu tersebut, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta Hasudungan Sidabalok memastikan, beras dari Food Station yang digunakan dalam program pangan bersubsidi telah melalui uji laboratorium dan memenuhi kualitas standar.
Hasudungan menjelaskan, program Penyediaan dan Pendistribusian Pangan dengan Harga Murah bagi Masyarakat Tertentu menggunakan beras dengan merek Setra Pulen dan Setra Ramos produksi PT Food Station Tjipinang Jaya. Pihaknya secara berkala selalu melakukan pengujian laboratorium untuk memastikan kualitas beras.
“Sedikitnya 3 kali dalam setahun melakukan pengambilan sampel beras di gudang FS dan melakukan pengujian di Laboratorium Terakreditasi (Lab Saraswanti dan atau Lab PPSH DKPKP) untuk memastikan kesesuaian mutunya,” ujar Hasudungan, Senin (14/7).
Dia menambahkan, sepanjang 2025, pengambilan sampel telah dilakukan dua kali yakni pada 24 Januari dan 16 Juni di gudang Food Station. Hasil uji dari Lab Saraswanti di Jakarta Pusat menunjukkan bahwa mutu beras sesuai dengan kelas premium.
“Terkait berita tentang indikasi pelanggaran kualitas beras di ritel modern, PT Food Station Tjipinang telah memenuhi panggilan Bareskrim Polri untuk memberikan keterangan dengan kemungkinan pemanggilan berikutnya setelah hasil analisis pemeriksaan terhadap sampel oleh Satgas Pangan selesai dilakukan,” jelas Hasudungan.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kata Hasudungan, juga sedang bekerja sama dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk menguji 50 sampel beras guna memastikan keamanan dan mutu pangan yang beredar di pasaran.
“Diimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dalam membeli beras dan diharapkan agar menunggu hasil investigasi dari pihak yang berwajib terkait informasi yang beredar pada saat ini,” imbuh Hasudungan.
Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman membeberkan temuan 212 merek beras dari total 268 yang diuji laboratorium dinyatakan tak sesuai mutu, takaran, hingga melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Polisi menyelidiki empat perusahaan besar yang diduga memproduksi beras dengan kemasan tak sesuai aturan. Mereka adalah Wilmar Group, PT Food Station Tjipinang Jaya, PT Belitang Panen Raya, dan PT Sentosa Utama Lestari (Japfa Group).

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Tak Singgung Pengunduran Diri, Ini 6 Poin Pernyataan Jampidsus Febrie Adriansyah Usai Rumahnya Digeledah Polisi
Prediksi Skor Prancis vs Maroko: Bandar Taruhan Klaim Les Bleus Menang 90 Menit, Opta Beri Peluang Pasti 60,9 Persen
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
