
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau proses revitalisasi Gedung Planetarium dan Observatorium Jakarta di kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, pada Selasa (20/5). (Istimewa).
JawaPos.com – Planetarium dan Observatorium Jakarta (POJ) di Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, hingga kini masih belum dibuka untuk publik. Padahal, penutupan untuk revitalisasi gedung ikonik itu sudah dilakukan sejak 2020, kemudian dilakukan revitalisasi. Lantas, apa yang sebenarnya terjadi?
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akhirnya angkat bicara. Ia membongkar penyebab utama mandeknya operasional Planetarium yang seharusnya menjadi pusat edukasi astronomi unggulan Ibu Kota.
"Jadi planetarium ini pernah direvitalisasi pada tahun 2021 dan sejak direvitalisasi sampai hari ini belum pernah difungsikan. Karena memang ada persoalan di starball-nya, akan bisa kita fungsikan kembali," ujar Pramono saat meninjau langsung lokasi di TIM, Selasa (20/5).
Tak hanya itu, Pramono mengungkap adanya persoalan hukum terkait pengadaan alat operasional vital disana. Masalah hukum ini telah masuk hingga ke tingkat Mahkamah Agung (MA).
"Ada persoalan technical, apa namanya itu, Digital velvet. Jadi yang melingkar panel itu menurut yang memasang belum dibayar oleh kita. Sampai ke kemudian terus-menerus sampai (Mahkamah Agung)," jelas Pramono.
Akibatnya, Teater Bintang, ruang utama pertunjukan simulasi benda langit, masih gelap gulita dan tak bisa beroperasi. Ia memerintahkan Dinas Kebudayaan dan Dinas Pendidikan untuk turun tangan secara serius menyelesaikan kendala yang ada, termasuk kemungkinan pengucuran dana tambahan.
"Kita akan pelajari persoalan hukumnya dan saya tadi sudah meminta kepada Dinas Kebudayaan dan nanti Dinas Pendidikan untuk dilengkapi, kita ingin selesaikan supaya tempat ini bisa difungsikan. Kalau memang harus ada pembiayaan untuk bisa melihat rasi bintang, ya kita adakan untuk itu," tegas Pramono.
Mantan Sekretaris Kabinet itu bahkan menganggap situasi ini sebagai tantangan yang harus dituntaskan.
"Bagi saya yang seperti ini malah menjadi tantangan untuk diselesaikan. Selain memang harus ada biaya ataupun cost yang harus dikeluarkan, tetapi persoalan hukumnya juga harus diselesaikan," imbuhnya.
Gubernur Pramono menambahkan, sejumlah kegiatan akan digelar di kawasan TIM, termasuk di Planetarium, salah satunya Jakarta Future Festival.
Lebih lanjut, politikus PDIP itu menyebut akan ada lebih banyak pemanfaatan fasilitas publik melalui kolaborasi dengan Jakpro dan JXP.
“Kalau dulu aksesnya agak tertutup, sekarang kita buka. Karena di Jakarta semakin banyak kegiatan positif, tidak semuanya harus di JCC. Bisa juga di sini atau di Kemayoran,” pungkasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Tuan Rumah Dilarang Kalah!
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
Prediksi Skor Pisa vs Empoli di Coppa Italia: Azzurri Bisa Menang Lewat Adu Penalti!
Prediksi Skor Palermo vs Lecce di Coppa Italia, Inzaghi Siap Bikin Kejutan
Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Liga Champions: Skuad Modri Datang dengan Modal Bagus!
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Prediksi Skor Cremonese vs Sampdoria di Coppa Italia, Optimisme Marco Giampaolo
Prediksi Levski Sofia vs AEK Athens: Misi Besar Tuan Rumah Kembali ke UCL Usai Absen 2 Dekade
Rela Kesampingkan Urusan Pribadi, Perjuangan Ibu Atlet Sepak Bola Masa Depan Indonesia
Prediksi Skor Thailand vs Singapura di Semifinal Piala AFF 2026, Gajah Perang Unggul Agregat 3-1
