
Rangkaian kereta Lintas Raya Terpadu (LRT) Jabodebek melintas dikawasan Kuningan, Jakarta, Kamis (17/4/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Pengguna LRT Jabodebek kini menjadi bagian dari dukungan terhadap energi hijau yang ramah lingkungan.
Berdasarkan hasil perhitungan emisi karbon terbaru, LRT Jabodebek menghasilkan jejak karbon terendah dibandingkan moda transportasi darat lainnya di Indonesia.
Vice President Public Relations KAI Anne Purba menyatakan bahwa dari hasil penghitungan, LRT Jabodebek hanya menghasilkan 15 gram CO₂e per penumpang per kilometer dalam kondisi okupansi normal. "Ini jauh lebih rendah dibandingkan moda lain," paparnya.
Sebagai perbandingan, lanjutnya, untuk mobil konvensional berkapasitas mesin 1.000–2.000cc menghasilkan 31 gram CO₂e per km, lalu mobil 2000-3000cc mengeluarkan 49 gram CO₂e.
Sementara, motor berkapasitas mesin kurang dari 250cc menghasilkan 37 gram CO₂e, dan untuk mobil listrik 50–100 kWh menghasilkan 33 gram CO₂e.
"Hasil ini memperkuat komitmen KAI Group dalam menghadirkan layanan transportasi publik yang efisien dan ramah lingkungan," terangnya.
LRT Jabodebek menjadi simbol transformasi mobilitas urban yang mendukung kualitas udara lebih bersih dan kehidupan kota yang lebih sehat.
"Semakin banyak masyarakat beralih ke LRT Jabodebek, semakin kecil jejak karbon kolektif kita. Ini langkah nyata menuju Indonesia yang lebih hijau,” jelas Anne.
Keunggulan ini ditopang oleh sistem kelistrikan LRT Jabodebek yang terdiri dari dua komponen utama. Yakni, Traction Power Supply Substation (TPSS) dan Third Rail.
TPSS mengubah arus listrik dari PLN sebesar 20.000 volt menjadi energi operasional kereta dan sistem pendukung seperti sinyal dan keamanan. Sementara Third Rail menyalurkan daya langsung ke kereta.
"Infrastruktur berbasis listrik ini memungkinkan pengoperasian kereta bebas emisi langsung, menjadikan LRT Jabodebek sebagai alternatif unggulan di tengah tantangan kualitas udara Jabodetabek," jelasnya.
Perhitungan emisi ini mengacu pada faktor emisi listrik sistem Jamali (Jawa, Madura, Bali) tahun 2024 dari Statistik PLN 2023, yang memberikan dasar kredibel bagi penghitungan moda berbasis listrik.
"Tak hanya unggul dari sisi lingkungan, LRT Jabodebek juga menawarkan kecepatan, ketepatan waktu, dan kemudahan integrasi antarmoda, menjadikannya solusi ideal untuk mobilitas harian masyarakat perkotaan," jelasnya.
Momentum Hari Transportasi Nasional pada 24 April 2025 menjadi bukti tumbuhnya kepercayaan publik terhadap transportasi massal modern.
Pada hari itu, LRT Jabodebek mencetak rekor baru dengan melayani 103.582 penumpang dalam satu hari—jumlah tertinggi sejak resmi beroperasi pada Agustus 2023.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
