Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 1 Mei 2025 | 18.48 WIB

LRT Jabodebek jadi Transportasi Paling Rendah Emisi di Indonesia, Hanya Hasilkan 15 gram CO2 per Penumpang

Rangkaian kereta Lintas Raya Terpadu (LRT) Jabodebek melintas dikawasan Kuningan, Jakarta, Kamis (17/4/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos) - Image

Rangkaian kereta Lintas Raya Terpadu (LRT) Jabodebek melintas dikawasan Kuningan, Jakarta, Kamis (17/4/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Pengguna LRT Jabodebek kini menjadi bagian dari dukungan terhadap energi hijau yang ramah lingkungan.

Berdasarkan hasil perhitungan emisi karbon terbaru, LRT Jabodebek menghasilkan jejak karbon terendah dibandingkan moda transportasi darat lainnya di Indonesia.

Vice President Public Relations KAI Anne Purba menyatakan bahwa dari hasil penghitungan, LRT Jabodebek hanya menghasilkan 15 gram CO₂e per penumpang per kilometer dalam kondisi okupansi normal. "Ini jauh lebih rendah dibandingkan moda lain," paparnya. 

Sebagai perbandingan, lanjutnya, untuk mobil konvensional berkapasitas mesin 1.000–2.000cc menghasilkan 31 gram CO₂e per km, lalu mobil 2000-3000cc mengeluarkan 49 gram CO₂e.

Sementara, motor berkapasitas mesin kurang dari 250cc menghasilkan 37 gram CO₂e, dan untuk mobil listrik 50–100 kWh menghasilkan 33 gram CO₂e.

"Hasil ini memperkuat komitmen KAI Group dalam menghadirkan layanan transportasi publik yang efisien dan ramah lingkungan," terangnya.

LRT Jabodebek menjadi simbol transformasi mobilitas urban yang mendukung kualitas udara lebih bersih dan kehidupan kota yang lebih sehat.

"Semakin banyak masyarakat beralih ke LRT Jabodebek, semakin kecil jejak karbon kolektif kita. Ini langkah nyata menuju Indonesia yang lebih hijau,” jelas Anne.

Keunggulan ini ditopang oleh sistem kelistrikan LRT Jabodebek yang terdiri dari dua komponen utama. Yakni, Traction Power Supply Substation (TPSS) dan Third Rail.

TPSS mengubah arus listrik dari PLN sebesar 20.000 volt menjadi energi operasional kereta dan sistem pendukung seperti sinyal dan keamanan. Sementara Third Rail menyalurkan daya langsung ke kereta.

"Infrastruktur berbasis listrik ini memungkinkan pengoperasian kereta bebas emisi langsung, menjadikan LRT Jabodebek sebagai alternatif unggulan di tengah tantangan kualitas udara Jabodetabek," jelasnya.

Perhitungan emisi ini mengacu pada faktor emisi listrik sistem Jamali (Jawa, Madura, Bali) tahun 2024 dari Statistik PLN 2023, yang memberikan dasar kredibel bagi penghitungan moda berbasis listrik.

"Tak hanya unggul dari sisi lingkungan, LRT Jabodebek juga menawarkan kecepatan, ketepatan waktu, dan kemudahan integrasi antarmoda, menjadikannya solusi ideal untuk mobilitas harian masyarakat perkotaan," jelasnya.

Momentum Hari Transportasi Nasional pada 24 April 2025 menjadi bukti tumbuhnya kepercayaan publik terhadap transportasi massal modern.

Pada hari itu, LRT Jabodebek mencetak rekor baru dengan melayani 103.582 penumpang dalam satu hari—jumlah tertinggi sejak resmi beroperasi pada Agustus 2023.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore