Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (YouTube KDM Channel)
JawaPos.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengungkapkan kekecewaannya terhadap singkatnya waktu tinggal wisatawan di berbagai destinasi di Jawa Barat.
Menurutnya, salah satu faktor utama yang membuat wisatawan enggan berlama-lama adalah maraknya pungutan liar (pungli), calo tiket, serta pemandu wisata ilegal yang kerap merugikan pengunjung.
“Rata-rata wisatawan mancanegara hanya tinggal sekitar 2,61 hari, sementara wisatawan domestik bahkan lebih singkat, hanya 1,32 hari. Ini sangat sebentar," ujar Dedi dikutip dari Radar Bogor, Jumat (4/4).
Padahal, Dedi mengatakan bahwa potensi wisata Jawa Barat sebenarnya sangat besar dengan berbagai destinasi unggulan, mulai dari wisata alam, budaya, hingga kuliner.
Namun, berbagai praktik ilegal di kawasan wisata justru membuat wisatawan merasa tidak nyaman dan memilih untuk segera meninggalkan tempat wisata yang seharusnya bisa mereka nikmati lebih lama.
Pungli dan Calo Jadi Masalah Serius
Gubernur Jawa Barat itu menyoroti fenomena calo tiket dan pungli parkir yang sering ditemukan di kawasan wisata, terutama saat musim liburan. Ia menegaskan bahwa praktik ini harus segera diberantas karena dapat merusak citra pariwisata Jawa Barat.
"Banyak wisatawan yang mengeluhkan harga tiket yang tidak wajar akibat ulah calo. Belum lagi parkir ilegal yang memasang tarif seenaknya. Jika dibiarkan, wisatawan akan kapok datang ke sini," tegasnya.
Dedi pun meminta seluruh pengelola wisata untuk lebih tegas dalam menertibkan praktik-praktik yang merugikan ini. Pemerintah daerah, menurutnya, juga harus turun tangan dalam pengawasan dan penindakan terhadap pelaku pungli di tempat wisata.
Dedi mengingatkan para pengelola wisata agar lebih serius dalam mempersiapkan layanan bagi wisatawan. Ia menekankan bahwa kualitas pelayanan harus menjadi prioritas utama, bukan hanya sekadar menarik keuntungan dari penjualan tiket masuk.
"Kita harus pastikan wisatawan yang datang merasa nyaman dan ingin kembali lagi. Jangan hanya berpikir soal uang tiket, tapi juga bagaimana memberikan pengalaman terbaik bagi mereka," tambahnya.
Mantan Bupati Purwakarta itu juga menegaskan pentingnya penggunaan tenaga kerja yang kompeten di sektor pariwisata. Ia berharap pengelola wisata dapat merekrut pemandu profesional dan petugas yang memiliki pemahaman baik tentang destinasi yang mereka kelola.
"Kita punya banyak potensi, tapi kalau pelayanan buruk dan masih ada pungli, wisatawan akan lebih memilih daerah lain yang lebih nyaman," katanya.
Sebagai langkah konkret, Dedi berjanji untuk terus memantau situasi di berbagai destinasi wisata di Jawa Barat selama libur panjang. Ia juga mendorong pemerintah daerah dan pihak berwenang untuk bertindak cepat jika masih menemukan pungli dan praktik ilegal lainnya.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
