Logo JawaPos
Author avatar - Image
09 Januari 2025, 20.22 WIB

Guru Ngaji Lecehkan Muridnya di Ciledug, Polisi: Pelaku Sudah Kabur Sebelum Adanya Laporan Kepolisian

Ilustrasi pelecehan seksual. Dok JawaPos - Image

Ilustrasi pelecehan seksual. Dok JawaPos

JawaPos.com - Polisi tengah memburu guru mengaji berinisial W, 40, yang diduga melakukan pelecehan seksual sesama jenis di Kawasan Sudimara Selatan, Ciledug, Kota Tangerang, Banten. 
 
Terduga pelaku diketahui telah kabur dari rumah sejak 29 November 2024 sebelum dilaporkan ke Polres Metro Tangerang Kota, Polda Metro Jaya.
 
Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Zain Dwi Nugroho menjelaskan, pihaknya menerima laporan pelapor J, 54, orang tua korban pada 23 Desember 2024 lalu. Personel Unit PPA pun langsung mengantarkan korban untuk dilakukan visum. 
 
 
"Kemudian ditanggal yang sama (23/12) juga dilakukan BAP terhadap pelapor, korban dan saksi," terang Zain, Kamis (9/1).
 
Selama proses pemeriksaan, Polres Metro Tangerang Kota juga melakukan pendampingan untuk pemulihan dan trauma yang dialami korban dengan melibatkan psikolog dari P2TP2A dan dinas terkait.
 
Polisi pun tidak langsung melakukan penahanan terhadap terduga pelaku. Tapi, melakukan pemanggilan terhadap terduga pelaku berinisial W, 40, sebanyak 2 kali, pada 27 Desember 2024 dan 30 Desember 2024. 
 
"Namun terduga pelaku tersebut tidak hadir. Lalu setelah melalui gelar perkara, statusnya dinaikkan ke tahap penyidikan pada tanggal 3 Januari 2025, karena terdapat alat bukti yang cukup telah terjadi peristiwa pidana" jelasnya.
 
Berdasarkan hasil dari penyelidikan, pelaku sudah meninggalkan rumahnya di Kampung Dukuh, Kelurahan Sudimara Selatan, Kecamatan Ciledug sejak tanggal 29 November 2024 atau sekitar satu bulan sebelum orang tua membuat laporan kepolisian. 
 
 
Berdasarkan data UPTD-PPA Kota Tangerang, korban sodomi telah mencapai 36 orang. Namun, kata Zain, hingga kini baru 4 orang yang melakukan pelaporan ke kepolisian.
 
"Sementara yang melapor 4 orang, kalai ada masyarakat yang jadi korban agar melaporkan ke kita. (Korban) Masih di bawah umur," tuturnya.
 
Zain mengakui, pihaknya kehilangan jejak keberadaan pelaku. Namun, ia memastikan akan terus mencari tahu keberadaan pelaku saat ini. 
 
"Hingga saat ini, anggota masih melakukan pengejaran. Namun, pelaku masih belum diketahui keberadaannya. Mohon doa dan dukungannya kami sedang cari dan kejar pelakunya, kami juga menghimbau pelaku untuk bisa kooperatif memenuhi panggilan polisi," katanya.
 
 
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore