Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 28 Mei 2026 | 02.20 WIB

Tampang Kiai Cabul Terduga Ayah dari Bayi Santriwati di Pekalongan yang Hamil Misterius

Polres Pekalongan Kota menangkap pria paruh baya berinisial AHF pada Rabu (27/5). Dia diduga melakukan pencabulan terhadap santriwati hingga hamil. (metropekalongan.com) - Image

Polres Pekalongan Kota menangkap pria paruh baya berinisial AHF pada Rabu (27/5). Dia diduga melakukan pencabulan terhadap santriwati hingga hamil. (metropekalongan.com)

JawaPos.com - Kehamilan misterius seorang santriwati berinisial F di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah (Jateng) pelan-pelan terungkap. Polisi menangkap seorang pria paruh baya berinisial AHF pada Rabu pagi (27/5).

Dia adalah pengasuh pondok pesantren (ponpes) tempat F belajar ilmu agama. Tampang kiai cabul itu pun tampak jelas saat digelandang oleh petugas kepolisian untuk diperiksa.

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Riki Yariandi menyampaikan bahwa terduga pelaku dalam kasus pencabulan itu dilaporkan oleh 6 orang korban. Seluruh korban adalah mantan santriwati di ponpes AHF.

Namun, F tidak termasuk dalam 6 korban yang sudah membuat laporan kepolisian. Pihak keluarga masih bersikeras bahwa F hamil tanpa sebab.

Menurut AKBP Riki, AHF ditangkap sekitar pukul 06.30 WIB. Dia dibawa ke Kantor Polres Pekalongan Kota di tengah-tengah perayaan Idul Adha. Dalam foto yang diambil dari pemberitaan metropekalongan.com (Jawa Pos Group), AHF tampak mengenakan peci dan pakaian putih.

Dia berjalan bersama beberapa petugas yang menangkapnya. "Mulanya informasi tentang kasus ini sangat tertutup. Kami minta jajaran reskrim melakukan pendekatan person to person kepada para keluarga korban. Alhamdulillah, akhirnya ada sejumlah korban yang bersedia melapor," terang dia.

Berdasar hasil pemeriksaan awal yang dilakukan oleh polisi, para korban mengaku pernah menjadi korban pelecehan seksual atau pencabulan. Modusnya, terduga pelaku meminta santriwati memijat tubuhnya.

Saat permintaan itu dikabulkan, AHF meminta korban memegang alat vitalnya. Tidak hanya itu, beberapa korban mengaku pernah dipegang-pegang pada bagian intim.

Meski yang sudah melapor secara resmi baru 6 korban, polisi menduga jumlah korban bisa terus bertambah. Sebab, informasi yang beredar luas, pelaku sudah lama beraksi.

Diantara para korban itu, ada yang sampai hamil dan melahirkan. Namun demikian, korban tersebut belum bersedia melapor dan buka suara karena berbagai latar belakang.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore