
Dosen dan pekerja UMT kirim sejumlah karangan bunga, protes karena tunjangan kinerja tak kunjung dibayarkan. (Medsos_tangerang)
JawaPos.com–Para dosen dan juga pekerja di Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) mengirimkan sejumlah karangan bunga sebagai bentuk protes. Sebab, tunjangan kinerja (tukin) mereka tak kunjung dibayarkan. Karangan bunga itu dikirimkan ke kampus UMT pada Selasa (24/12).
Karangan bunga tersebut berisikan meminta agar UMT membayarkan hak mereka sebagai pekerja.
”Atas Hak hilangnya hak para dosen dan pekerja UMT, semoga Allah memberikan keadilan, karena manusia tampak lupa akan kewajibannya,” tulis karangan bunga yang mengatas namakan Serikat Dosen dan Pekerja UMT.
Humas UMT Agus Kristian membenarkan adanya pengiriman karangan bunga sebagai bentuk protes dari dosen dan pekerja tersebut. Dia menjelaskan, yang ditagih para dosen dan pekerja ialah tunjangan kinerja yang seharusnya diterima dosen dan pegawai setiap bulan. Namun, pembayaran tukin tersebut sudah tidak dibayarkan sejak dua tahun lalu.
”Dua tahun (belum dibayar), betul pas pandemi Covid-19 itu. Per bulan harusnya (dibayarkan). Sebagian ada (dibayar), tidak semua,” ujar Agus kepada JawaPos.com, Rabu (25/12).
Agus menyebut, pembayaran tukin tidak bisa dilakukan karena terdampak pandemi Covid-19 dan menurunnya perekonomian masyarakat. Hal itu berdampak pada sedikitnya mahasiswa yang aktif melakukan pembayaran.
”Jumlah mahasiswa kita di PDPT (Pangkalan Data Perguruan Tinggi) mungkin ada 15 ribu tapi nyatanya yang bayar, aktif bayar itu 8 ribu. Sisanya bisa dikatakan belum ada kepastian karena bisa dikatakan cuti atau mereka tidak ada keterangan kita kan mengacunya ke mereka yang bayar, itu juga sebuah persoalan,” terang Agus.
Apalagi, lanjut Agus, UMT menerapkan sistem pasca bayar. Mahasiswa bisa melakukan pembayaran dengan cicilan.
”Kalau kampus lain kan mereka di awal sudah selesai (pembayaran), kalau di UMT kan tidak. Karena memang kita kampus persyarikatan Muhammadiyah sebagai sarana dakwah jadi skemanya begitu dan itu ya berdampak,” tandas Agus.
Agus memastikan, UMT berkomitmen menyelesaikan persoalan ini dalam waktu dekat. Pihaknya telah berkoordinasi dengan Majelis Diktilitbang dan PP Muhammadiyah untuk menemukan solusi terbaik.
”Ya kita tidak berdiam diri, karena kita tetap cari solusi,” ucap Agus.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Jessica Mila Sentil Kapten Kapal Soal Polemik Pulau Padar: Harus Terbuka soal Larangan Berlayar!
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku SepekanÂ
