JawaPos.com - KPU DKI Jakarta memastikan Ahmad Betty, 47, petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) TPS 116 Kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara, yang meninggal dunia saat bertugas mendapatkan santunan.
Ketua KPU DKI Wahyu Dinata menuturkan, Ahmad Betty diduga meninggal lantaran sedang sakit. Sebab, beban kerja kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) saat ini lebih ringan ketimbang saat Pemilu 2024 lalu.
"Mungkin karena sakit ya. Karena kalau bicara kelelahan tentu saja proses ini lebih ringan dari Pileg, Pilpres ya, yang rekapitulasinya bisa selesai sampai tengah malam," ujar Wahyu, Kamis (28/11/2024).
Wahyu menjelaskan, nantinya ahli waris korban akan mendapatkan biaya santunan sebesar Rp46 juta. Dengan rincian, santunan Rp36 juta dan bantuan biaya pemakaman Rp10 juta
"Kalau di SBML (Satuan Biaya Masukan Lainnya) kami itu, untuk santunan meninggal dunia itu Rp36 juta plus Rp10 juta bantuan biaya pemakaman. Jadi total kalau saya tidak salah Rp46 juta," katanya.
Namun, masih diperlukan pelengkapan berkas agar santunan itu bisa dicairkan.
"Sesegera mungkin. Kalau semua berkas-berkasnya, keterangan kematian dan segala macamnya, SK dan segala macam sudah selesai kami segera keluarkan santunannya," tambah Wahyu.
Camat Penjaringan Hermawan sebelumnya menceritakan, Ahmad Betty meninggal saat bertugas sebagai KPPS Pilkada DKI Jakarta, Rabu (27/11/2024). Saat TPS dibuka pada pagi hari, Ahmad Betty terlihat masih sehat bugar dan bercanda dengan anggota KPPS lainnya.
"Petugas dua hari terakhir sehat. Tidak ada keluhan. Saat sedang bertugas pasien masih bercanda dengan anggota KPS lainnya," ujar Hermawan kepada wartawan, Rabu (27/11/2024).
Namun, sekitar pukul 11.00 WIB, Ahmad Betty tiba-tiba pulang ke rumah tanpa berpamitan dengan petugas lainnya. Tiba-tiba keluarga yang berada di rumah berteriak histeris.
"Sudah sarapan sekitar jam 11 pulang ke rumah tidak bilang dengan anggota yang lain. Tiba-tiba keluarga teriak-teriak sudah meninggal," jelasnya.
Wali Kota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim menyebut, almarhum memiliki riwayat penyakit hipertensi. Ia pun menyampaikan berbela sungkawa kepada pihak keluarga atas meninggalnya Ahmad Betty.
"Kami menyampaikan turut berdukacita atas meninggalnya almarhum saat bertugas. Hal ini juga sudah kami sampaikan kepada Pj Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Teguh Setyabudi dan telah menyatakan berbela sungkawa," ucapnya.