Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 21 November 2024 | 02.02 WIB

Ngechant Bareng Komunitas Wota dan Wibu, Cagub Pramono: Acara İni Harus Berlanjut Terus

Pramono Anung bersama Komunitas Wota dan Wibu di Little Tokyo Junction. (Istimewa) - Image

Pramono Anung bersama Komunitas Wota dan Wibu di Little Tokyo Junction. (Istimewa)

JawaPos.com - Pasangan calon (paslon gubernur-wakil gubernur DKI Jakarta sangat merangkul anak muda. Terutama generasi milenial dan Z. Contonya calon gubernur (cagub) Pramono Anung yang ngechant bareng komunitas 'Little Tokyo' di Pluit Junction, Penjaringan, Jakarta Utara pada Selasa (19/11).

Komunitas 'Little Tokyo' itu didominasi Gen Z dan milenial. Di tengah kondisi hujan, Pramono yang mengenakan kaos 'Captain Tsubasa' terlihat bersemangat menemui anak muda pecinta anime Jepang.

Kedatangan Pramono langsung disambut oleh Pelaksana Acara Little Tokyo Junction Hardiyanto Kenneth. Acara itu juga dihadiri oleh Sokorahen Genki yang berperan menjadi Captain Tsubasa.

Para pengunjung yang mayoritas anak muda ini tampak begitu antusias ketika menyambut kedatangan Pramono Anung. Dengan menggunakan cosplay berbagai macam anime Jepang, para pengunjung nampak berlomba-lomba untuk berswafoto dengan Pramono Anung.

Pramono pun asyik chant saat musik 'Heavy Rotation' milik AKB 48 yang dipopulerkan kembali oleh JKT 48 itu secara kompak menyalakan lighstick berwarna oranye. Ia nampak lepas dihadapan anak muda pecinta budaya Jepang itu.

"Myohontusuke kazen tobi jyoko jya jya faibo waipa," teriak mereka mengawali lagu yang juga disadur dalam bahasa Indonesia oleh JKT48.

Saat masuk reff, mereka mengubah nama oshi mereka menjadi 'Mas Pram'. Diketahui oshi merupakan sebutan bagi anggota idol grup yang berasal dari Jepang.

"Chozsetu kawaii Mas Pram," seru mereka mengiri lagu Heavy Rotation.

Tidak hanya 'chanting' beberapa mereka juga menarikan tarian khas penggemar idol grup Jepang 'wotagei' menggunakan lightstick berwarna oranye di depan Calon Gubernur Jakarta, Pramono Anung. Pramono pun tak segan-segan menari dengan menggunakan lightstick.

Pramono pun mewacanakan kegiatan seperti itu dihelat setiap tahunnya, untuk menarik wisatawan ke Jakarta yang bukan lagi Ibukota secara Undang-Undang (UU).

"Saya mau acara seperti ini diagendakan setiap tahun dengan lebih besar dan lebih baik. Ini merupakan potensi pariwisata di Jakarta," kata Pramono.

Sementara itu, Pelaksana Acara Little Tokyo Junction, Hardiyanto Kenneth, mendukung wacana Pramono Anung. Menurut Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDI Perjuangan itu, pencinta budaya Jepang dan Korea di Jakarta memiliki potensi besar untuk mendapatkan wadah berekspresi, mengingat Jakarta adalah kota metropolitan yang kaya akan keberagaman komunitas dan kegiatan budaya.

"Saya mendukung wacana Mas Pram jika kegiatan seperti ini dihelat setiap tahunnya, agar kegiatan ini juga bisa menarik wisatawan untuk melancong ke Jakarta," kata pria yang akrab disapa Bang Kent itu.

Menurut Kent, kegiatan pencinta budaya Jepang dan Korea bisa mengadakan sejumlah acara berupa diskusi budaya, pemutaran film, atau sesi berbagi pengalaman. Lalu bisa juga mengadakan Event Budaya Jepang dan Korea di Jakarta.

"Acaranya bisa meniru konsep matsuri Jepang dengan dekorasi tradisional, pertunjukan seni (taiko, tari tradisional, kabuki), dan stan makanan khas Jepang. Lalu menyelenggarakan acara cosplay, bazar anime dan manga, atau turnamen game Jepang seperti Street Fighter dan Mario Kart. Selain itu juga bisa kolaborasi dengan pusat kebudayaan di Kedutaan Besar baik Jepang atau Korea," bebernya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore