JawaPos.com - RSUD Tamansari, Jakarta Barat, turut menerima pasien akibat judi online (judol). Sebagaimana diketahui, saat ini telah banyak pasien ketergantungan judi online yang memilih berobat ke psikiater guna melepas kecanduannya.
"Ada psikiater dan ada beberapa korban judol judol tapi (angka kenaikan) gak masif," ujar Kepala Seksi Pelayanan Medis dan Keperawatan RSUD Tamansari Ngabila Salama kepada JawaPos.com, Kamis (14/11/2024).
Bahkan, kata Ngabila, terdapat salah satu pasien yang harus dirujuk ke Rumah sakit dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) guna mendapatkan penanganan lebih lanjut.
"Ada 1 pasien dan dirujuk ke RSCM. Dilakukan konseling awal dan pemberian obat-obatan oleh RSUD tipe D terlebih dahulu," terang Ngabila.
Praktisi Kesehatan Masyarakat itu menjelaskan, psikiater memiliki peran penting dalam tatalaksana awal korban judi online. Sebab, mereka perlu diidintidikasi dampak dari kecanduan judol.
"Sangat penting karena mereka membantu mengidentifikasi dampak psikologis dan emosional dari kecanduan tersebut," ucap Ngabila.
Sebagaimana diketahui, saat ini terjadi lonjakan pasien akibat judi online di RSCM. Psikiater Konsultan Adiksi dan Kepala Divisi Psikiatri RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta Dr. dr. Kristiana Siste Kurniasanti, SpKJ(K) mengatakan, terdapat peningkatan jumlah pasien akibat kecanduan judi online di RSCM selama 2024.
“Jumlahnya itu kalau yang dirawat inap mendekati angka 100 dan yang dirawat jalan itu dua kali lipat dari angka yang dirawat inap,” ujar dr. Kristiana dalam sebuah press briefing bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Jumat (8/11/2024).
dr. Kristiana meyakini, angka tersebut hanyalah puncak dari gunung es. Artinya, kecanduan judi online di masyarakat jauh lebih luas dari yang terdata di fasilitas medis.
Masih banyak mereka yang belum tersadarkan untuk berobat menghilangkan kecanduan judol ini.
dr. Kristiana mengungkapkan, kalangan remaja dan dewasa muda berada pada risiko tertinggi untuk mengalami kecanduan judi online. Faktor utamanya adalah perkembangan otak yang belum sempurna.
“Ada area bagian otak depan yang matur (matang) di belakangan hari. Jadi kalau perempuan (baru matang) di usia 20 tahun, laki-laki 21 tahun. Otak bagian korteks prefrontal (PFC),” ujarnya.
Meski begitu, kecanduan judi online tidak hanya menjerat anak muda. Di Klinik Adiksi RSCM ditemukan pula kasus pada usia produktif lainnya, bahkan hingga lansia di atas 60 tahun.
"Kasus-kasus ini adalah kasus yang kami temui di klinik Adiksi RSCM dan memang usianya kebanyakan adalah usia produktif, dari remaja kemudian juga sampai dewasa muda, yaitu sekitar 40 tahun. Namun, juga kami menemui pasien-pasien yang sudah berusia lebih dari 60 tahun," jelas dr. Kristiana.