Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 31 Oktober 2024 | 23.30 WIB

Ridwan Kamil Janji Pastikan KJP Dilanjutkan Seiring Sekolah Swasta Gratis di Jakarta

Tim Pemenangan Ridwan Kamil-Suswono (RIDO) mengumpulkan 800 Ketua Partai Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus Tingkat Kecamatan. (Royyan) - Image

Tim Pemenangan Ridwan Kamil-Suswono (RIDO) mengumpulkan 800 Ketua Partai Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus Tingkat Kecamatan. (Royyan)

JawaPos.com - Calon Gubernur Jakarta Ridwan Kamil nomor urut 1 memastikan Kartu Jakarta Pintar (KJP) akan dilanjutkan jika dirinya diberikan amanah memimpin Jakarta bersama Suswono. Hal itu juga seiring dengan janjinya menggratiskan sekolah swasta tahun 2025.  

Selain KJP, Ridwan Kamil menyebut akan mempermudah masyarakat Cakung dalam mendapatkan pelayanan kesehatan. 
 
"Pembangunan rumah sakit itu kewajiban negara. KJP akan dipertahankan. Sekolah swasta juga akan digratiskan, tidak hanya sekolah negeri saja," ujarnya saat blusukan di kawasan Cakung Barat, Jakarta Timur, Kamis (31/10).
 
 
Ia juga memastikan tidak hanya mendengarkan keluhan dan aspirasi masyarakat Jakarta, tapi juga akan mencarikan solusi jika terpilih dalam Pilgub Jakarta. 
 
Mantan Gubernur Jawa Barat itu menyebut keluhan warga Cakung salah satunya soal belum adanya rumah sakit yang memadai.
 
"Membangun Jakarta itu setengahnya itu ide dari gubernur dan setengahnya ide dari warga. Dengan datang ke Cakung, yang menjadi prioritas nomor satunya membangun rumah sakit, memang wajar dan itu kebutuhan dasar. Membangun negara itu dimulai dari kebutuhan dasar pendidikan, kesehatan baru lain-lain," paparnya. 
 
Selain soal pemenuhan hak kesehatan, Ridwan Kamil menyebut curhatan warga Jakarta yakni kekurangan modal untuk membuka usaha. Suami anggota DPR RI Komisi VIII Atalia Praratya itu memastikan ingin memajukan usaha mikro kecil menengah (UMKM) masyarakat Jakarta.
 
"Tadi curhatannya tentang UMKM, karena begini, Jakarta ini kota dagang. Ibu ibunya kalau banyak waktu luang mayoritas ingin dagang, maka ada kredit tanpa bunga, tanpa agunan, yang kredit kelompok itu menjadi solusi, dari Rp 500 ribu sampai 10 juta," jelasnya. 
 
"Kemarin saya sampling, rata-rata kalau blusukan semua pengen dagang, tapi enggak punya agunan, karena itu kelompok paling bawah yang harus kita tolong," pungkas RK.
Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore