Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 30 Oktober 2024 | 16.05 WIB

Viral Video Orang Tua di Jakarta Timur Aniaya Anaknya Sampai Babak Belur Selama 4 Bulan

Ilustrasi penganiayaan.(Pexels (Karolina Grabowska) - Image

Ilustrasi penganiayaan.(Pexels (Karolina Grabowska)

JawaPos.com - Beredal video di media sosial yang memperlihatkan wajah dan tubuh seorang bocah laki-laki babak belur. Korban diduga dianiaya oleh orangtuanya sendiri.
 
Peristiwa ini dikabarkan terjadi di Kalisari, Pasar Rebo, Jakarta Timur. Penganiayaan diduga terjadi karena orangtua sakit hati kepada anaknya.
 
“Para pelaku sakit hati dengan korban karena korban tidak mau mengakui (pelaku) sebagai orang tua,” ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi kepada wartawan, Rabu (30/10).
 
 
Usai proses penyidikan, petugas pun menangkap pasangan suami istri, Yisri Tneh dan Marten Luther Lopo. Keduanya diyakini sebagai pelaku penganiayaan.
 
“Ditangkap (dua orang tua korban). Dengan barang bukti, 3 helai Pakaian anak korban, 1 buah ikat pinggang dan 1 ikat sapu lidi,” jelasnya.
 
Ade menjelaskan, peristiwa bermula dari Yisri Tneh menjemput anaknya guna menemui Marten Luther yang merupakan ayah tiri di Jakarta pada Juni 2024. Namun, korban tidak mengenali orangtuanya karena lama terpisah.
 
“Karena korban sejak bayi tinggal di asal tempat tinggalnya di Kupang sehingga anak korban tidak mengenal ibunya,” imbuh Ade.
 
Amarah pelaku memuncak karena sang anak kerap bercerita ke tetangga karena sering tak diberi makan. Korban tercatat mengalami kekerasan sejak Juni sampai 28 Oktober 2024.
 
 
“Dengan cara pelaku memukul bersama-sama dengan menggunakan alat bantu sapu lidi dan ikat pinggang. Jadi para pelaku jika salah satu memukul korban kemudian pelaku juga bersama-sama memukul. Sehingga korban mengalami luka memar dan mengeluarkan darah di sekujur badan dan muka dan juga kepala dan pelipis,” kata Ade.
 
Penderitaan anak malang ini berakhir setelah tetangga melihatnya dalam kondisi babak belur. Tetangga tersebut pun segera melapor ke polisi.
 
“Modus para pelaku sakit hati dengan korban karena korban tidak mau mengakui sebagai orangtua dan sering cerita kepada saksi bahwa sering tidak dikasih makan oleh para pelaku. Sehingga meluapkan emosi dengan cara melakukan kekerasan terhadap korban,” pungkas Ade.
 
 
 
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore