
Rapat dengar pendapat dilakukan di Komisi III DPR terkait kasus perundungan siswa SMA Binus School Simprug, Selasa (17/9). (ANTARA/Melalusa Susthira K.)
JawaPos.com – Anggota Komisi III DPR RI Gilang Dhielafararez mendorong kepolisian untuk mencari fakta sesungguhnya dalam kasus bullying yang menimpa RE di SMA Binus Simprug, Jakarta Selatan. RE telah melakukan audiensi dengan Komisi III DPR, pada Selasa (17/9) kemarin.
"Kami prihatin atas kasus dugaan perundungan atau bullying dan pelecehan seksual yang dialami seorang siswa di SMA Binus Simprug. Kami berharap pihak kepolisian melakukan investigasi menyeluruh dan menemukan fakta sesungguhnya, karena banyak keterangan berbeda," kata Gilang kepada wartawan, Rabu (18/9).
Saat audiensi dengan Komisi III DPR, RE selaku korban mengaku menerima bullying hingga kekerasan fisik dari awal masuk sekolah pada November 2023. Hingga mengakibatkan dirinya harus dirawat di rumah sakit.
RE juga mengaku mendapat ancaman dari terduga pelaku yang mengaku sebagai anak ketua umum partai politik (parpol). Karena itu, Gilang meminta kepolisian untuk mengusut dengan netral, tanpa kepentingan apapun dalam kasus tersebut.
“Transparansi dan integritas penegak hukum dalam penanganan kasus ini menjadi harapan banyak pihak. Penegak hukum punya tanggung jawab moral. Apalagi masalah perundungan di SMA Binus Simprug sudah menjadi perhatian masyarakat,” ucap Gilang.
Dia mengatakan, terdapat perbedaan pengakuan dari pihak korban maupun pihak sekolah. Sehingga perlu ada penjelasan yang lebih meyakinkan dari hasil penyelidikan. Ia juga meminta pihak sekolah untuk bekerja sama demi kelancaran pengusutan kasus.
"Saya meminta agar sekolah berperan aktif dalam investigasi dan mendukung proses hukum, bukan menutupi fakta," tegas Gilang.
Gilang berharap kasus-kasus bullying yang sampai pada ranah pidana dapat diproses seadil-adilnya, tanpa melupakan hak-hak bagi korban dan pelaku anak.
"Saya harap penegak hukum dapat memberikan keadilan bagi korban, dengan menghukum pelaku jika bersalah sesuai aturan. Dan stakeholder terkait harus memberikan bantuan serta pendampingan kepada korban agar mereka dapat pulih dari trauma yang mereka alami," pungkasnya.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
