Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 1 Februari 2024 | 22.12 WIB

Sebanyak 11.765 Warga di Kota Bekasi Menderita TBC di Tahun 2023

Kasus TBC di Kota Bekasi meningkat di tahun 2023. / sumber : pexels (Gustavo Fring) - Image

Kasus TBC di Kota Bekasi meningkat di tahun 2023. / sumber : pexels (Gustavo Fring)

JawaPos.com - Kasus Tuberkulosis (TBC) di Kota Bekasi naik di angka 11 ribu pada tahun 2023, sementara jumlah kasus di Indonesia tahun 2023 mencapai 800 ribu kasus (1/2).

Tercatat ada sebanyak 11.765 kasus TBC yang terdeteksi selama tahun 2023 dan tengah menjalani pengobatan.

Jumlah ini naik dibandingkan dengan tahun 2022 dengan total 10.343 kasus yang ditemukan dalam setahun.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Bekasi, Vevie Herawati mengungkapkan bahwa kasus TBC didominasi oleh usia produktif.

"Meningkat, tahun 2022 sebanyak 10.343 kasus, tahun 2023 sebanyak 11.765 kasus," jelas Vevie, dikutip dari Radar Bekasi (Jawa Pos Group).

Temuan kasus baru tahun 2023 lalu akibat skrining yang masih dilakukan di tengah masyarakat. Mulai dari pemeriksaan hingga penelusuran pada kontak kasus.

Jangka waktu pengobatan yang cukup panjang ini perlu diwaspadai, sehingga dapat dipastikan pasien TBC yang menjalani pengobatan rutin meminum obat hingga bisa dinyatakan sembuh.

Pemerintahan Kota (Pemkot) Bekasi telah bekerjasama dengan berbagai pihak, mulai dari keluarga terdekat pasien, hingga kelompok organisasi untuk mendeteksi dan memberikan pendampingan.

Sebagian besar Puskesmas yang berada di Kota Bekasi telah memiliki inovasi dalam melakukan skrining hingga pendampingan kepada pasien.

Hal ini dilakukan untuk membongkar fenomena 'gunung es' penyakit menular ini.

"Makanya kita skrining, mencari kasus TBC. Khawatirnya kasus yang ada itu bukan (kondisi) yang sesungguhnya, jadi seperti fenomena gunung es," kata Kabid P2P, dikutip dari Radar Bekasi.

Saat ini pemeriksaan Tes Cepat Molekuler (TMC) di Kota Bekasi sudah bisa dilakukan di 13 layanan kesehatan milik pemerintah, diantaranya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan Puskesmas.

Kota Bekasi juga memiliki RS rujukan TB untuk kasus Resisten Obat (RO) di RSUD Chasbullah Abdulmajid.

Vevie memastikan obat TBC di rumah sakit pemerintah bisa didapatkan secara gratis oleh masyarakat, kecuali di rumah sakit swasta.

"Jadi selama masih kemungkinan ditemukan, lebih baik ditemukan saja dulu, yang penting yang sudah ditemukan diobati, tidak menularkan lagi. Sehingga makin lama makin turun, mudah-mudahan tidak ditemukan lagi," tuturnya, dikutip dari Radar Bekasi.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore