
Kasus TBC di Kota Bekasi meningkat di tahun 2023. / sumber : pexels (Gustavo Fring)
JawaPos.com - Kasus Tuberkulosis (TBC) di Kota Bekasi naik di angka 11 ribu pada tahun 2023, sementara jumlah kasus di Indonesia tahun 2023 mencapai 800 ribu kasus (1/2).
Tercatat ada sebanyak 11.765 kasus TBC yang terdeteksi selama tahun 2023 dan tengah menjalani pengobatan.
Jumlah ini naik dibandingkan dengan tahun 2022 dengan total 10.343 kasus yang ditemukan dalam setahun.
Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Bekasi, Vevie Herawati mengungkapkan bahwa kasus TBC didominasi oleh usia produktif.
"Meningkat, tahun 2022 sebanyak 10.343 kasus, tahun 2023 sebanyak 11.765 kasus," jelas Vevie, dikutip dari Radar Bekasi (Jawa Pos Group).
Temuan kasus baru tahun 2023 lalu akibat skrining yang masih dilakukan di tengah masyarakat. Mulai dari pemeriksaan hingga penelusuran pada kontak kasus.
Jangka waktu pengobatan yang cukup panjang ini perlu diwaspadai, sehingga dapat dipastikan pasien TBC yang menjalani pengobatan rutin meminum obat hingga bisa dinyatakan sembuh.
Pemerintahan Kota (Pemkot) Bekasi telah bekerjasama dengan berbagai pihak, mulai dari keluarga terdekat pasien, hingga kelompok organisasi untuk mendeteksi dan memberikan pendampingan.
Sebagian besar Puskesmas yang berada di Kota Bekasi telah memiliki inovasi dalam melakukan skrining hingga pendampingan kepada pasien.
Hal ini dilakukan untuk membongkar fenomena 'gunung es' penyakit menular ini.
"Makanya kita skrining, mencari kasus TBC. Khawatirnya kasus yang ada itu bukan (kondisi) yang sesungguhnya, jadi seperti fenomena gunung es," kata Kabid P2P, dikutip dari Radar Bekasi.
Saat ini pemeriksaan Tes Cepat Molekuler (TMC) di Kota Bekasi sudah bisa dilakukan di 13 layanan kesehatan milik pemerintah, diantaranya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan Puskesmas.
Kota Bekasi juga memiliki RS rujukan TB untuk kasus Resisten Obat (RO) di RSUD Chasbullah Abdulmajid.
Vevie memastikan obat TBC di rumah sakit pemerintah bisa didapatkan secara gratis oleh masyarakat, kecuali di rumah sakit swasta.
"Jadi selama masih kemungkinan ditemukan, lebih baik ditemukan saja dulu, yang penting yang sudah ditemukan diobati, tidak menularkan lagi. Sehingga makin lama makin turun, mudah-mudahan tidak ditemukan lagi," tuturnya, dikutip dari Radar Bekasi.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
