Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 19 Agustus 2022 | 19.12 WIB

Pohon di Halte Balai Kota Masih Ada, Ariza: Nggak Bisa Asal Tebang

Caption: Halte bus Transjakarta di depan Perpustakaan Nasional yang masih mempertahankan pohon tumbuh di dalamnya, Selasa (2/8). (Royyan/ JawaPos.com) - Image

Caption: Halte bus Transjakarta di depan Perpustakaan Nasional yang masih mempertahankan pohon tumbuh di dalamnya, Selasa (2/8). (Royyan/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menanggapi soal pohon-pohon yang ada di Halte Balai Kota yang tetap dipertahankan di lokasi mesti sudah diminta DPRD DKI untuk ditebang.

Ariza mengatakan bahwa pihaknya tidak bisa serta-merta menebang pohon yang memang sudah sejak awal ada di Halte Balai Kota yang masih dalam tahap akhir pengerjaan. Menurutnya perlu

"Kita ada aturannya, enggak sembarangan menebang pohon ya. Ada aturannya. Kalau pohon mengganggu halte, nanti kami lihat seberapa parah atau seperti apa hadirnya pohon tersebut. Nanti kami cek. Kalau masih bisa dirapikan, ya tidak perlu dipotong," ujarnya kepada wartawan, Kamis (18/8).

Memang saat ini terlihat Halte Transjakarta Balai Kota masih dalam tahap pengerjaan akhir. Sudah terlihat jelas bentuk bangunannya, dan pohon-pohon yang menembus atap halte sempat dikomentari DPRD DKI pun masih berdiri dan diberi pagar khusus dengan menambah space untuk antisipasi pertumbuhan pohon tersebut.

Namun begitu, Ariza memastikan akan tetap mempertimbangkan usulan dan masukan dari anggota dan Ketua DPRD DKI terkait penebangan pohon di halte tersebut.

"Prinsipnya masukan dari DPRD akan kita perhatikan, pertimbangkan, dan tindak lanjuti. Tapi juga harus kita perhatikan regulasi. Teman-teman di Dinas Pertamanan memahami aturan tersebut. Tapi masukan itu kita perhatikan," pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi menyatakan akan mengevaluasi kontraktor yang menangani halte bus Transjakarta di depan Balai Kota tersebut. "Kami koreksi, siapa, sih pemenang tender di situ," ujar Prasetyo di Gedung DPRD DKI, Senin (1/8).

Politikus PDIP itu menyayangkan adanya pohon besar menembus atap halte tersebut. Padahal, menurutnya pihak kontraktor bisa berkoordinasi dengan Dinas Pertamanan dan Kehutanan agar dapat menebang pohon tersebut. "Kan bisa dipotong kalau memang itu prioritas jadi halte. Tapi ini kan enggak, dibuat dibolongin, pohon hidup," papar Edi

"Sekarang apa gunanya pohon di dalam halte?" pungkasnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore