
Caption: Halte bus Transjakarta di depan Perpustakaan Nasional yang masih mempertahankan pohon tumbuh di dalamnya, Selasa (2/8). (Royyan/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menanggapi soal pohon-pohon yang ada di Halte Balai Kota yang tetap dipertahankan di lokasi mesti sudah diminta DPRD DKI untuk ditebang.
Ariza mengatakan bahwa pihaknya tidak bisa serta-merta menebang pohon yang memang sudah sejak awal ada di Halte Balai Kota yang masih dalam tahap akhir pengerjaan. Menurutnya perlu
"Kita ada aturannya, enggak sembarangan menebang pohon ya. Ada aturannya. Kalau pohon mengganggu halte, nanti kami lihat seberapa parah atau seperti apa hadirnya pohon tersebut. Nanti kami cek. Kalau masih bisa dirapikan, ya tidak perlu dipotong," ujarnya kepada wartawan, Kamis (18/8).
Memang saat ini terlihat Halte Transjakarta Balai Kota masih dalam tahap pengerjaan akhir. Sudah terlihat jelas bentuk bangunannya, dan pohon-pohon yang menembus atap halte sempat dikomentari DPRD DKI pun masih berdiri dan diberi pagar khusus dengan menambah space untuk antisipasi pertumbuhan pohon tersebut.
Namun begitu, Ariza memastikan akan tetap mempertimbangkan usulan dan masukan dari anggota dan Ketua DPRD DKI terkait penebangan pohon di halte tersebut.
"Prinsipnya masukan dari DPRD akan kita perhatikan, pertimbangkan, dan tindak lanjuti. Tapi juga harus kita perhatikan regulasi. Teman-teman di Dinas Pertamanan memahami aturan tersebut. Tapi masukan itu kita perhatikan," pungkasnya.
Sebelumnya, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi menyatakan akan mengevaluasi kontraktor yang menangani halte bus Transjakarta di depan Balai Kota tersebut. "Kami koreksi, siapa, sih pemenang tender di situ," ujar Prasetyo di Gedung DPRD DKI, Senin (1/8).
Politikus PDIP itu menyayangkan adanya pohon besar menembus atap halte tersebut. Padahal, menurutnya pihak kontraktor bisa berkoordinasi dengan Dinas Pertamanan dan Kehutanan agar dapat menebang pohon tersebut. "Kan bisa dipotong kalau memang itu prioritas jadi halte. Tapi ini kan enggak, dibuat dibolongin, pohon hidup," papar Edi
"Sekarang apa gunanya pohon di dalam halte?" pungkasnya.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
