
Ilustrasi DBD. Dok JawaPos
JawaPos.com - Dinas Kesehatan DKI Jakarta menghimbau masyarakat agar lebih mewaspadai potensi demam berdarah dengue (DBD) menjelang puncak musim hujan yang diprediksi terjadi pada Januari dan Februari 2024.
Himbauan ini bertujuan agar tidak terulang kembali kasus tahun lalu yang mencapai 600 pasien. "Berkaca dari kejadian DBD di Jakarta yang mencapai puncaknya 600 pasien pada 2022 jadi jangan sampai terulang kembali," kata Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinkes DKI Jakarta Ngabila Salama dalam diskusi daring di Jakarta, Jumat (17/11)
Ngabila Salama juga mengatakan jika pada hari biasa rata - rata jumlah penderita DBD di kisaran 150-200 orang, sedangkan ketika musim hujan meningkat hingga 600 orang yang terinfeksi.
Orang yang paling berisiko terkena DBD, yakno kelompok produktif, di mana setiap hari harus pulang pergi ke tempat kerja dan beraktivitas di luar ruangan.
Selain itu, sarang nyamuk sering dijumpai di genangan air yang berada di pinggir jalan, terminal, stasiun halte, taman, serta sejumlah tempat publik lainnya. Dan area tersebut juga jarang dijangkau melalui langkah pencegahan 3M.
Menurut Kementerian Kesehatan, langkah 3M yakni menguras tempat penampungan air, menutup tempat - tempat penampungan air dan mendaur ulang berbagai barang yang memiliki potensi untuk dijadikan tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus DBD pada manusia.
Selain itu, dapat menanam tanaman yang dapat menangkal nyamuk, memeriksa tempat - tempat yang digunakan untuk penampungan air, memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, memberikan larvasida pada penampungan air yang susah untuk dikuras, serta memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar.
Baca Juga: Antisipasi Pembakaran Sampah Sembarangan, Pemkot Surabaya Gencarkan Operasi Yustisi Malam
"Ketika berbicara soal cegah sakit yang berisiko memang aktivitas dan mobilitasnya tinggi biasa usia rata - rata 20 sampai dengan 50, karena lebih banyak bertemu orang. Jadi yang semakin sering berada di rumah, kemungkinan terinfeksinya lebih rendah," jelasnya.
Menurut penjelasan Ngabila Salama, terkait dengan potensi kematian, terdapat sejumlah kelompok yang paling berisiko, yakni balita umur nol hingga dibawah lima tahun, ibu hamil dan menyusui, lansia, serta orang yang memiliki komorbid.
"Ini merupakan orang - orang yang imunnya rendah tidak seoptimal orang normal, artinya bisa terjadi kondisi imunodefisiensi," ujarnya.
Sebagai upaya pencegahan DBD, Kemenkes telah menebar jentik nyamuk dengan bakteri Wolbachia di lima kota endemis dengue di Indonesia sejak awal 2023.
Penyebaran jentik nyamuk ber bakteri Wolbachia dilakukan di 47.251 titik di Kota Semarang, 20.513 titik di Kota Bandung, 18.761 titik di Kota Jakarta Barat, 9.751 titik di Kota Kupang dan 4.917 titik di Kota Bontang.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
