Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 18 November 2023 | 16.06 WIB

Antisipasi Pembakaran Sampah Sembarangan, Pemkot Surabaya Gencarkan Operasi Yustisi Malam

TIDAK BERTANGGUNG JAWAB: Pengendara melewati sampah yang dibakar dan ditinggalkan begitu saja di Jalan M. Noer beberapa waktu lalu. - Image

TIDAK BERTANGGUNG JAWAB: Pengendara melewati sampah yang dibakar dan ditinggalkan begitu saja di Jalan M. Noer beberapa waktu lalu.

JawaPos.com – Kewaspadaan Pemkot Surabaya tak kendur pada malam hari. Ada petugas-petugas khusus yang mengawasi pelanggar-pelanggar peraturan daerah. Termasuk para pembakar sampah sembarangan.

Misalnya yang kerap terjadi di Jalan M. Noer, Kenjeran, dekat pintu masuk Jembatan Suramadu. Selain mengganggu pengguna jalan, kondisi itu dapat mengakibatkan kebakaran lahan.

Mereka termasuk melanggar Perda 5/2014 tentang Pengelolaan Sampah dan Kebersihan di Kota Surabaya. Yakni, pasal 33 tentang membakar sampah yang tidak sesuai dengan persyaratan teknis pengelolaan sampah.

Kepala DLH Surabaya Agus Hebi Djuniantoro mengatakan, untuk menekan terjadi pembakaran serta pembuangan sampah liar, operasi yustisi semakin digencarkan. Operasi berlangsung pada malam atau dini hari.

’’Pelakunya kebanyakan warga luar Surabaya. Sebab, sebagian besar laporan diberikan oleh warga setempat,’’ ucap Hebi kemarin (17/11).

Khusus di Jalan M. Noer, Kenjeran, Rabu (15/11) malam seorang pelanggar ditangkap karena membakar sampah di lokasi tersebut. Ketika dicek identitasnya, dia warga Madura yang bekerja jadi tukang becak.

Orang tersebut menggunakan becaknya untuk mengangkut sampah di permukiman liar. Karena bingung membuang sampah tersebut, pelaku pun membakar sampah di lahan kosong pinggir Jalan M. Noer.

’’Untuk memberikan efek jera, sanksi denda administrasi diberikan. Pelaku dikenakan denda sebesar Rp 75 ribu. Koordinasi kepada pihak kelurahan dan kecamatan telah dilakukan,’’ ujarnya.

Sementara itu, Kabid Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Keselamatan (DPKP) Surabaya Wasis Sutikno menyatakan, kebakaran lahan kosong memang salah satu yang diwaspadai.

Sebab, dari 698 kasus kebakaran sepanjang 2023, sebanyak 586 kejadian terjadi di area alang-alang, sampah, serta lahan kosong. Buang puntung rokok atau pembakaran sampah menjadi salah satu penyebabnya.

’’El Nino membuat kekeringan pada lahan meningkat. Akibatnya, sangat rawan terbakar,’’ jelas Wasis kemarin (17/11). (ian/c17/jun)

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore