Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 11 November 2023 | 17.14 WIB

Jakarta Masuk dalam Kategori Salah Satu Kota dengan Hari Terpanas-Terpanjang di Dunia

Foto udara matahari terbit di Monas, Jakarta (Pexels/TomFisk) - Image

Foto udara matahari terbit di Monas, Jakarta (Pexels/TomFisk)

JawaPos.com – Indonesia menjadi salah satu negara yang beriklim tropis dan turut merasakan perubahan cuaca akhir-akhir ini, Bahkan telah mengalami kenaikan suhu dalam setahun terakhir.

Jakarta sebagai Ibu Kota Indonesia menduduki peringkat pertama dalam daftar kota-kota dunia yang mengalami hari terpanas secara beruntun dengan waktu 17 hari. Yaitu sejak 7 hingga 27 Oktober.

Dilansir JawaPos.com dari Antar, studi terbaru Climate Central mengungkapkan dalam 12 bulan terakhir, Jakarta menjadi salah satu kota dengan hari terpanas beruntun terpanjang di dunia. Dengan rata-rata kenaikan suhu mencapai 1,3 derajat Celcius.

Menurut Wakil Presiden Bidang Sains Climate Central, Dr Andrew Pershing, bahwa pihaknya telah menganalisis 14 kota di Indonesia.

“Pantauan tersebut menunjukkan Indeks Pergeseran Iklim yang mencapai tingkat maksimum yaitu lima. Nilai ini diperkirakan menyebabkan panas ekstrem mencapai lima kali lipat lebih,” dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (10/11).

Andrew juga menyatakan, bahwa Kota New Orleans di Amerika Serikat (AS) berada di posisi yang sama, hari terpanas secara beruntun itu terasa sejak 30 Juli hingga 15 Agustus.

Kota Houston (AS) menduduki peringkat teratas karena mengalami 22 hari terpanas dan paling panjang sedunia, terhitung sejak 31 Juli hingga 21 Agustus.

Dalam perhitungan Indeks Pergeseran Iklim, Indonesia menempati urutan teratas dengan angka rata-rata 2,4. Angka ini mampu mengalahkan negara-negara G20 seperti Arab Saudi yang memiliki angka  2,3 dan Meksiko dengan 2,1 angka Indeks Pergeseran Iklim.

Belum ada kepastian mengenai apa yang menyebabkan peningkatan suhu panas di bumi ini, namun terdapat sejumlah faktor alam yang dapat menjadi pemicu, seperti El Nino dan posisi matahari yang mendekati bumi.

Aktivitas manusia diduga menjadi faktor utama dan paling banyak dalam mempengaruhi kenaikan suhu di Bumi. Selain itu, polusi karbon juga dipercaya menjadi salah satu penyebabnya.

Peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof Edvin Aldrian, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kenaikan suhu bumi yang mengalami perubahan secara signifikan ini.

“Saya khawatir dengan suhu global yang terus naik, ini bisa menyebabkan kenaikan suhu 1,5 derajat Celcius akan lebih cepat datang daripada yang diperkirakan pada tahun 2030,” katanya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore