
SETELAH TES DNA: Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro (tengah) saat mediasi keluarga bayi yang tertukar di Mapolres Bogor, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jumat (25/8).
JawaPos.com – Kasus dua bayi yang tertukar di Kabupaten Bogor terpecahkan setelah hasil tes DNA keluar. Selanjutnya, pengembalian anak ke orang tua biologisnya akan memakan waktu satu bulan.
”Alhamdulillah, kami dari kuasa hukum Ibu Siti dan Ibu DP sepakat melakukan perjanjian proses penyerahan bayi selama satu bulan,” ujar kuasa hukum Siti Mauliah, M. Rusydiyana Nur Ridho, kepada Radar Bogor.
Sementara itu, setelah hasil tes DNA memastikan bahwa bayinya tertukar, Siti Mauliah lega. Dia memiliki harapan silaturahmi dengan keluarga DP tetap terjaga setelah nanti ada penyerahan bayi. ”Jangan ada jaga jarak dan bisa bertemu atau berkunjung bergantian ke rumah dua keluarga ini selayaknya saudara,” ujarnya.
Perihal langkah hukum selanjutnya, termasuk apakah akan menuntut pihak rumah sakit, Siti menyatakan bahwa keluarga dan kuasa hukum belum mengarah ke tuntutan apa pun. Sebab, saat ini masih dilakukan penjajakan dan pendampingan hingga pertukaran ke keluarga sebenarnya. Sementara itu, kuasa hukum DP, Mikhael P. Sigalingging, menjelaskan bahwa kliennya masih sangat syok meski sudah siap menerima apa pun hasilnya. ”Faktanya memang bayi yang dimiliki tertukar,” kata Mikhael.
Di sisi lain, Deputi Perlindungan Khusus Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Nahar menjelaskan, prosedur penyesuaian pengembalian anak dari Siti Mauliah ke DP akan melalui tahapan yang disepakati. Tahapan pertama, Kementerian PPPA akan melakukan asesmen ke tiap anak dan keluarga. Kedua, anak mulai dikenalkan dengan lingkungan yang nanti menjadi tempat anak tumbuh berkembang di masing-masing keluarga orang tua kandungnya.
Selanjutnya, dilakukan asesmen ulang. Proses terus berjalan sampai pekan keempat. Baru kemudian dilakukan penyerahan anak. ”Nanti di minggu keempat plus dua hari akan dilakukan penyerahan masing-masing bayi ke orang tua biologisnya,” ucapnya. Dia berharap proses tersebut bisa diselesaikan. Hak anak untuk mengetahui orang tuanya bisa dipenuhi dengan sebaik-baiknya.
Di sisi lain, anggota Komisi IX DPR Edy Wuryanto meminta agar dibentuk majelis disiplin. Itu terkait dengan 10 staf RS Sentosa Bogor yang sudah mendapat surat peringatan pertama (SP-1) dan 5 bidan serta perawat dibebastugaskan.
Pembentukan majelis disiplin merupakan amanat dari UU Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Edy mengingatkan, pada UU 17/2023 sudah ditunjukkan cara menjaga disiplin tenaga kesehatan. Pada pasal 304 ayat (2) disebutkan bahwa Kementerian Kesehatan membentuk majelis yang bertugas di bidang disiplin profesi.
Dilanjutkan pasal 305 ayat (1) yang menyebutkan pasien atau keluarga yang dirugikan tenaga medis atau tenaga kesehatan dapat mengadu ke majelis disiplin profesi kesehatan. ”Adanya majelis disiplin ini sangat penting. Untuk itu, Kementerian Kesehatan harus segera membentuknya,” katanya.
Sementara itu, Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Siti Nadia Tarmizi menyatakan, sebenarnya ada prosedur dalam penanganan bayi baru lahir. Salah satunya gelang pada bayi harus sama dengan milik ibunya dan keduanya memiliki nomor rekam medis yang sama.
”Secara standar sudah ada. Sekarang tinggal bagaimana kepatuhan petugas terhadap standar yang sudah dibuat,” ujarnya. Jika benar dua bayi itu tertukar akibat keteledoran tenaga kesehatan, menurut Nadia, pelaku tidak menjalankan tugas dengan baik. (abi/cok/d/lyn/c19/fal)

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
