Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 31 Juli 2023 | 01.43 WIB

Tingkatkan Kemampuan Bahasa Inggris Anak, IPMI Bantu Ibu Terdiagnosis Kanker Payudara

IPMI International Business School gelar pelatihan bahasa Inggris untuk anak SD Let’s Speak Up and Shine di kampus Sekolah Tinggi Manajemen IPMI di Jakarta Selatan. - Image

IPMI International Business School gelar pelatihan bahasa Inggris untuk anak SD Let’s Speak Up and Shine di kampus Sekolah Tinggi Manajemen IPMI di Jakarta Selatan.

JawaPos.com–Kemampuan berbahasa Inggris sejak usia dini dapat menjadi aset berharga bagi pelajar untuk pengembangan diri serta mengakses sumber daya dan informasi global. Selain itu, siswa yang menguasai bahasa asing dinilai lebih memberikan keunggulan kompetitif dan menjadi aset yang berharga bagi perusahaan yang beroperasi di lingkungan bisnis global.

IPMI International Business School membantu meningkatkan kemampuan komunikasi bahasa internasional siswa sekolah dasar dalam pelatihan bahasa untuk anak SD bertajuk Let’s Speak Up and Shine di kampus Sekolah Tinggi Manajemen IPMI di Jakarta Selatan, Sabtu (29/7).

”Adalah penting untuk menguasai bahasa Inggris sejak dini di era globalisasi seperti sekarang. Ini dapat membantu anak-anak berkembang secara kognitif. Mereka pada akhirnya dapat meningkatkan kemampuan komunikasi global dan mempersiapkan masa depan yang lebih cerah, serta memiliki keuntungan besar dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari akademik, sosial, hingga profesional,” kata Direktur Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Dety Nurfadilah.

Dety menambahkan, banyak orang tua yang masih kesulitan untuk beradaptasi dengan tantangan yang berkembang pesat. Terutama bagi ibu dengan penderita kanker payudara. Selain memulihkan diri, mereka harus merawat anak-anak mereka dan sesekali bekerja untuk menghidupi keluarga. Alhasil, mereka harus mampu memberdayakan diri sendiri terlepas dari era globalisasi yang semakin menantang.

”Kami ingin ikut membantu akses pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak yang memiliki ibu terdiagnosis kanker payudara, terutama ibu yang menjadi tulang punggung keluarga. Sebab, ibu pencari nafkah utama yang terdiagnosis kanker dapat mengganggu ekonomi keluarga dan berdampak besar bagi kondisi pendidikan anak-anaknya,” imbuh Dety.

Di Indonesia, Founder Rosa Foundation Shanti Rosa Persada mengatakan, penyakit kanker merupakan penyebab kematian tertinggi kedua setelah penyakit kardiovaskuler. Merujuk data dari Globocan, pada 2020 di Indonesia terdapat 396.914 kejadian dan 234.511 kasus kematian. Adapun data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2020 mengungkapkan, satu dari enam keluarga di Indonesia mengandalkan ibu sebagai pencari nafkah utama.

Shanti menambahkan, tiap tahun angka pengidap dan kematian akibat kanker payudara terus naik, sehingga mendongkrak jumlah anak dengan pendidikan terdampak. Jika anak-anak itu tidak segera mendapatkan bantuan pendidikan, bukan tidak mungkin Indonesia bakal mengalami keterbelakangan ekonomi karena kurangnya tenaga kerja yang terampil dan teredukasi di masa depan.

”Terima kasih kepada IPMI dan Yayasan LIA yang mau mengajarkan anak-anak sekolah dasar untuk belajar bahasa Inggris sambil bermain. Bekal masa depan ini saya yakin akan berdampak positif terhadap kehidupan anak yang lebih sejahtera nanti, serta meringankan beban ibu yang menjadi pasien kanker payudara,” ujar Shanti Rosa Persada.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore