Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 5 Juli 2023 | 14.22 WIB

AKP Anggi Minta Kedai Kopi Korban Pemalakan Preman Segera Lapor Polisi

Pelaku pemalakan di Kafe Hi Kopi Kebon Jeruk. - Image

Pelaku pemalakan di Kafe Hi Kopi Kebon Jeruk.

JawaPos.com - Polisi meminta korban pemalakan di kedai kopi daerah Kebon Jeruk, Jakarta Barat, agar melaporkan kejadi tersebut ke Polsek terdekat. Dengan begitu, kejadian tersebut dapat ditindaklanjuti.

"Arahkan aja korbannya untuk ke Polsek Kebon Jeruk biar kami tindak lanjuti," ujar Kanit Reskrim Polsek Kebon Jeruk AKP Anggi Hasibuan saat dihubungi JawaPos.com, Rabu (5/7).
 
Ia mengatakan bahwa laporan polisi mesti dibuat secara langsung ke Polsek di bagian SPKT. Setelah itu, pihaknya akan dilakukan tindak lanjut berdasarkan keterangan yang sudah diberikan.
 
"Nanti baru sama anggota apabila diperlukan untuk melakukan cek TKP," pungkas Anggi.
 
Sebelumnya, Kedai kopi bernama Hi Kopi Rabel di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, mengalami pemalakan dari orang tak dikenal pada Senin (3/7) kemarin malam. Pelaku memaksa diberi uang sebanyak Rp 600 ribu dengan dalih ditukar uang receh.
 
 
Mulanya, Yuyun, 19, karyawati yang saat kejadian menjaga kedai kopi sendirian. Hingga kemudian sekitar pukul 20.30 WIB, pelaku datang bersama satu pria lainnya mengendarai sepeda motor. 
 
"Saya kira customer, saya buka jendela tiba-tiba dia ngasih kantong yang dalemnya itu uang recehan itu 500 an (perak). Nah dia tiba-tiba bilang gini 'mbak biasa'," ujarnya saat ditemui JawaPos.com, Selasa (4/7).
 
Mendengar hal itu, Yuyun merasa heran. Pasalnya, ia baru kali pertama itu menjumpai pelaku. Saat ditanya apa yang dimaksud dengan "biasa" itu, pelaku meminta tukar uang recehan itu jadi uang Rp 600 ribu. 
 
"Saya takut kan, 'boleh saya itung dulu gak buat mastiin dulu?' 'Gak usah. Ini udah saya itung. Kalau mbak-nya gak percaya ini gak ada 200-an 500 semua isinya'," paparnya menceritakan ulang percakapan saat kejadian. 
 
 
Setelah itu, korban masih terus berusaha untuk membujuk agar pelaku membiarkannya menghitung terlebih dahulu uang recehan tersebut. Tetapi, pelaku tetap memaksa lebih keras.
 
Bahkan, pelaku seolah tahu bahwa uang sebanyak Rp 600 ribu itu ada di di dalam cash drawer bagian bawah. 
 
"Dia tahu di kasir itu di bawahnya ada uang setoran. Nah dia sampe nunjuk 'itu mbak di situ ada'. Memang di situ ada uang setoran," ucapnya. 
 
Setelah saling kekeh satu sama lain, pelaku akhirnya mulai meninggi nada bicaranya dan berkata kasar.
 
"Terus saya di situ juga keadaan takut sendirian dan temannya nunggu depan outlet pinggir jalan," kata Yuyun.
Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore