
Rasa pada kopi berbeda berdasarkan banyak faktor, salah satu faktor pentingnya adalah proses pascapanen kopi.
JawaPos.com - Indonesia termasuk dalam kategori negara penghasil kopi terbesar di dunia. Bahakn sejumlah data menyebut negara ini ada diurutan keempat. Ditambah kebanyakan masyarakatnya adalah penikmat kopi.
Orang awam mungkin menganggap rasa pada kopi itu semuanya sama, pahit campur asam jika tidak dilarutkan dengan gula atau susu. Namun bagi para pecinta kopi, mereka mampu mengetahui perbedaan rasa pada kopi itu sendiri.
Rasa pada kopi berbeda berdasarkan banyak faktor, salah satu faktor pentingnya adalah proses pascapanen kopi.
Hal ini diungkapkan oleh Afrizal Kurniawan, seorang barista dari kedai kopi yang cukup terkenal di Bojonegoro yang kita temui pada Senin (1/7).
"Setiap kopi itu diklasifikasikan dari proses pascapanennya, ada yang natural, full washed, honey, dan yang lainnya," ujar Afrizal ini.
"Proses pascapanen itu banyak jenisnya seiring perkembangan zaman, namun di kedai tempat saya kerja cuma mengambil tiga proses itu," tambahnya.
Sebenarnya, apa proses pascapanen pada kopi itu? Dan kenapa hanya dengan proses pascapanen bisa membedakan rasa pada kopi?
Afrizal mengatakan, proses pascapanen pada kopi itu adalah treatment yang dilakukan kepada buah ceri kopi sesaat setelah buah dipanen. Proses pascapanen full washed adalah proses pascapanen yang paling umum dilakukan oleh petani kopi.
Prosesnya cukup mencuci bersih sesaat setelah buah ceri kopi selesai dikupas, pencucian dilakukan berulang kali selama beberapa jam. Kemudian biji kopi yang telah dicuci akan melalui proses pengeringan sekitar tujuh hari.
Rasa kopi yang dihasilkan dari proses full washed ini pada umumnya memiliki karakter rasa yang bersih, dengan sedikit rasa buah, dan ringan.
Kemudian ada proses natural yang juga biasa disebut dry wash. Proses ini cukup populer di kalangan pecinta kopi. Tahapan proses natural ialah saat buah ceri kopi selesai disortasi, ceri kopi dicuci sebentar lalu dijemur tanpa proses pengupasan.
Pengupasan dilakukan setelah kopi dirasa kering. Lama pengeringan biasanya menghabiskan waktu tujuh sampai sepuluh hari tergantung cuaca. Proses natural ini membuat kopi memiliki rasa yang beragam, rasa pada kopi yang melalui proses ini cenderung sedikit manis dan cukup intens.
Kemudian yang paling populer di kedai kopi tempat Afirzal bekerja adalah proses honey atau sistem olah madu. Proses honey masih jarang diterapkan oleh petani karena pengetahuan tentang proses pascapanen ini masih minim.
Dalam prosesnya, ceri kopi yang selesai disortasi akan dikupas lapisan terluar kulitnya, namun masih menyisakan lendir yang melapisi biji kopi.
Setelah dikupas, biji kopi dikeringkan selama tujuh sampai sepuluh hari. Lendir inilah yang menjadi kunci proses honey.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
