
Anak-anak mengaji
JawaPos.com - Bulan Ramadhan adalah momen terbaik untuk menanamkan cinta Alquran pada anak sejak dini.
Di bulan penuh berkah yang akan tiba dalam beberapa hari ke depan, umat Islam sangat dianjurkan berlomba-lomba memperbanyak ibadah, termasuk membaca dan memahami Alquran.
Orang tua memiliki peran penting dalam membangun kedekatan anak dengan kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Muhammad melalui perantaraan malaikat Jibril tersebut.
Agar anak tidak hanya sekadar membaca, tapi juga mencintai Alquran, diperlukan pendekatan yang tepat, menyenangkan, dan konsisten.
Ada banyak cara menanamkan cinta Alquran pada anak di bulan Ramadhan. Mulai dari memberi teladan, membuat jadwal tadarus, mengenalkan kisah inspiratif, menggunakan metode kreatif, hingga memberikan apresiasi.
Menanamkan cinta Alquran pada anak di bulan Ramadhan bukan tentang ibadah musiman. Ini adalah investasi jangka panjang dalam membentuk karakter Islami, akhlak mulia, serta kebiasaan baik yang akan terbawa hingga mereka dewasa.
Anak yang mencintai Alquran akan lebih mudah memahami nilai kesabaran, kejujuran, dan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Bulan Ramadhan menjadi momentum emas untuk memulai langkah tersebut.
Berikut 5 cara menanamkan cinta Alquran pada anak di bulan Ramadhan yang bisa diterapkan di rumah.
Anak adalah peniru ulung. Jika orang tua rutin membaca Alquran setiap hari selama Ramadhan, anak akan melihat kebiasaan tersebut sebagai sesuatu yang penting dan bernilai.
Luangkan waktu khusus, misalnya setelah shalat Maghrib atau Subuh, untuk membaca Alquran bersama. Tidak perlu lama, yang penting konsisten. Ketika anak melihat ayah dan ibunya menikmati momen membaca Alquran, rasa cinta itu akan tumbuh secara alami.
Ramadhan identik dengan tadarus Alquran dengan melibatkan anak. Manfaatkan momen ini untuk membuat jadwal tadarus keluarga yang ringan dan menyenangkan.
Misalnya dengan menentukan target satu halaman per hari untuk anak. Kegiatan ini bukan soal mengejar banyaknya bacaan, tapi membangun kebiasaan dan kedekatan emosional anak dengan Alquran.
Agar anak semakin mencintai Alquran, kenalkan kisah para nabi dan orang saleh yang terdapat di dalamnya. Misalnya kisah kesabaran Nabi Ayyub atau keteguhan Nabi Ibrahim.
Ceritakan dengan gaya yang menarik sebelum tidur atau menjelang berbuka puasa. Dengan memahami isi dan pesan Alquran, anak tidak hanya membaca, tapi juga meresapi maknanya.
Setiap anak memiliki gaya belajar yang berbeda. Ada yang senang mendengar, melihat gambar, atau bergerak aktif.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Matheus Lagoa Segera Bela Persebaya Surabaya, Cedera Betis Pulih, 30 Gol Jadi Modal
5 Cara Menemukan Jodoh Bagi Orang Introvert Yang Tidak Suka Bersosialisasi
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri
Prediksi Al Ittihad vs Al Ain di ACL Elite, Tuan Rumah Lebih Diunggulkan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022