
Suasana buka puasa bersama di Masjid Istiqlal, Kamis (23/3) (Foto Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Berbuka puasa bersama di masjid bukan sekadar tradisi di bulan Ramadhan, tapi juga menjadi sarana untuk membangun kebersamaan, memperkuat iman, dan menumbuhkan kepedulian sosial.
Di banyak daerah di Indonesia, kegiatan ini menjadi momen yang ditunggu-tunggu oleh para jamaah dari berbagai latar belakang.
Kebiasaan positif berbuka bersama di masjid bukan hanya memperkuat ibadah puasa, tapi juga membangun karakter dan kepedulian sosial umat Islam.
Jika dilakukan secara konsisten dan tertib, kegiatan ini mampu menjadikan Ramadhan lebih bermakna, penuh keberkahan, serta mempererat persaudaraan antar jamaah.
Dengan menjaga dan menghidupkan tradisi berbuka puasa bersama, masjid akan terus menjadi pusat kebaikan dan kebersamaan di tengah masyarakat.
Berikut 5 kebiasaan positif berbuka bersama di masjid yang sarat akan nilai kebaikan dan keberkahan.
Salah satu kebiasaan paling menonjol saat berbuka di masjid adalah budaya berbagi makanan. Jamaah secara sukarela membawa takjil, nasi, atau minuman untuk dinikmati bersama. Kebiasaan ini sejalan dengan anjuran Rasulullah tentang keutamaan memberi makan bagi orang yang berpuasa, yang pahalanya setara dengan orang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang tersebut.
Selain bernilai ibadah, kebiasaan ini juga melatih keikhlasan dan empati terhadap sesama, khususnya bagi mereka yang kurang mampu.
Berbuka bersama di masjid mempertemukan jamaah dari berbagai usia, profesi, dan latar belakang. Duduk bersila, menyantap hidangan sederhana, dan saling menyapa menjadikan hubungan antarjamaah semakin akrab.
Kebiasaan ini memperkuat ukhuwah Islamiyah dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap masjid sebagai pusat kegiatan umat, bukan sekadar tempat sholat.
Di masjid, jamaah biasanya diajak untuk berdoa bersama sebelum berbuka, menyegerakan berbuka, serta memulainya dengan kurma atau air putih. Kebiasaan ini membantu jamaah, terutama anak-anak dan remaja, memahami adab berbuka sesuai sunnah Nabi Muhammad.
Dengan pembiasaan ini, nilai-nilai sunnah tidak hanya dipelajari secara teori, tapi juga dipraktikkan langsung dalam kehidupan sehari-hari.
Adanya kegiatan berbuka bersama membuat masjid lebih ramai dan hidup, terutama menjelang waktu maghrib. Jamaah cenderung datang lebih awal, mengikuti kajian singkat, tadarus Quran, hingga melanjutkan sholat Maghrib dan Tarawih berjamaah.
Kebiasaan positif ini menjadikan masjid sebagai pusat spiritual sekaligus sosial selama Ramadhan, bukan hanya aktif pada waktu sholat saja.
Berbuka bersama di masjid mengajarkan disiplin waktu, antrian, dan kebersihan. Jamaah terbiasa menunggu adzan, mengambil makanan secukupnya, serta membersihkan tempat setelah selesai makan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Aris Sebut Dua Apartemennya Dipakai Endah Fitrianingsih dan Malik Bawazier Berselingkuh
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Fenerbahce vs Roma di Liga Champions: Duel Seru Berpotensi Seri
Prediksi Skor PSV Eindhoven vs Shakhtar Donetsk di Liga Champions: Kans Boeren Amankan 3 Poin
Rombongan Badan Pangan Ditembaki di Papua Pegunungan, 3 Orang Tewas
Viral Pernyataan Pribadi Deputi Bakom soal Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung Api di Indonesia
Prediksi Skor Sporting Lisbon vs Galatasaray di Liga Champions: Leões Sikat Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Slavia Prague vs Lens di Liga Champions: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Como vs RB Leipzig di Liga Champions: I Lariani Siap Libas Tim Tamu di Sinigaglia

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022