
Ilustrasi suasana sahur/freepik
JawaPos.com - Tradisi sahur di kampung selalu punya cerita sendiri yang sarat akan makna. Tidak hanya soal makan sebelum masuk waktu imsak, sahur di kampung identik dengan kebersamaan, gotong royong, dan nilai kearifan lokal yang diwariskan turun-temurun.
Berbeda dengan suasana kota yang cenderung individual, tradisi sahur di kampung justru menjadi momen sosial yang hangat dan dirindukan pada saat bulan Ramadhan tiba.
Tradisi sahur di kampung bukan sekadar rutinitas makan sebelum melaksanakan ibadah puasa, melainkan warisan budaya yang sarat dengan nilai kebersamaan, gotong royong, dan spiritualitas.
Di tengah modernisasi dan globalisasi yang tak terbendung, menjaga tradisi sahur di kampung merupakan cara sederhana untuk mempertahankan jati diri dan kehangatan Ramadhan.
Berikut 9 tradisi sahur di kampung yang masih bertahan sampai sekarang di sejumlah daerah di Indonesia.
Sahur keliling menjadi tradisi paling ikonik di kampung. Anak-anak hingga orang dewasa dengan penuh riang gembira berkeliling kampung sambil membawa alat musik sederhana seperti kentongan, botol bekas, atau bedug kecil untuk membangunkan warga supaya tidak kesiangan sahur.
Tradisi ini bukan hanya seru, tapi juga menciptakan rasa kebersamaan dan kepedulian antarwarga.
Di banyak kampung, suara kentongan atau bedug masjid menjadi penanda waktu sahur. Ini biasanya dibunyikan secara berirama oleh remaja masjid atau penjaga musala sejak dini hari.
Selain sebagai pengingat waktu sahur, bunyi kentongan juga menjadi simbol hidupnya suasana Ramadhan di kampung-kampung.
Di sejumlah kampung, ada yang masih mempertahankan tradisi memasak sahur bersama, terutama di lingkungan pesantren, kampung adat, atau desa religius. Warga biasanya membawa bahan makanan masing-masing lalu memasak dan makan bersama.
Tradisi sahur bersama ini mempererat silaturahmi sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan dan gotong royong.
Sahur di kampung identik dengan menu sederhana namun tetap mengenyangkan seperti nasi, sayur bening, ikan asin, sambal, dan tempe goreng. Meski sederhana, makanan ini penuh makna karena dimasak dengan kebersamaan dan keikhlasan.
Bagi banyak orang, cita rasa sahur kampung justru terasa lebih nikmat dan dirindukan.
Sebagian warga kampung memilih sahur di masjid atau musala, terutama setelah mengikuti tadarus atau qiyamul lail. Biasanya takmir masjid menyediakan makanan sahur sederhana untuk jamaah.
Tradisi ini menciptakan suasana religius yang kuat sekaligus menambah semangat ibadah di bulan Ramadhan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Profil Anthony Xie, Suami Audi Marissa yang Digugat Cerai: Beberapa Tahun Berkarier di Taiwan-China
Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Bursa Skor Shamal vs Al Ittihad di Liga Champions Asia, Peluang Tim Tamu Kuasai Tanah Arab
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Villarreal vs Real Betis di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Sebut MBG Tak Bermasalah, Sudaryono: Yang Bikin Ramai Guru, Ortu, Wartawan, Hingga LSM
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Prediksi Skor Torino vs Roma di Liga Italia: Giallorossi Siap Obrak-abrik Markas Il Toro

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022