
Ilustrasi panduan jadwal buka puasa Wilayah Kota Jawa Timur. (Freepik)
JawaPos.com - Bulan suci Ramadhan menjadi momen yang sangat baik untuk memanen pahala yang besar mengingat pada bulan penuh berkah dan ampunan tersebut, semua amalan kebaikan akan dilipatgandakan.
Selain puasa Ramadhan yang pahalanya akan diberikan langsung oleh Allah saking besarnya, sejumlah kebiasaan sederhana juga menjadi momen menarik untuk memanen pahala selama bulan Ramadhan.
Menerapkan sejumlah kebiasaan positif berikut di bulan Ramadhan penting dilakukan untuk dapat memaksimalkan keberkahan bulan suci sekaligus memanen pahala.
Mulai dari menyegerakan berbuka, bersantap sahur, memperbanyak ibadah, menjaga akhlak, hingga rajin bersedekah, akan menambah keberkahan bulan Ramadhan dan menjadikan ibadah puasa yang dikerjakan jadi lebih bermakna serta lebih bernilai di sisi Allah SWT.
Berikut 5 cara sederhana memanen pahala di bulan Ramadhan dengan kita menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Menyegerakan berbuka puasa merupakan sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Dalam sebuah hadis, Rasulullah bersabda bahwa umat Islam akan mendapatkan pahala ketika menyegerakan berbuka puasa.
Kebiasaan ini menunjukkan ketaatan terhadap sunnah dan menghindarkan tubuh dari kondisi lemas secara berlebihan. Selain bernilai ibadah, berbuka puasa pada awal waktu juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan fisik, termasuk kesehatan pencernaan.
Bersantap sahur adalah kebiasaan puasa Ramadhan berpahala yang terkadang dianggap sepele. Padahal, Rasulullah SAW bersabda bahwa di dalam sahur terdapat keberkahan. Umat Islam dianjurkan bersantap sahur meski hanya dengan seteguk air.
Selain menjaga stamina selama berpuasa, sahur juga menjadi pembeda antara puasa umat Islam dengan puasa umat terdahulu. Kebiasaan ini membantu menjaga niat sekaligus membangun kesadaran spiritual sejak dini hari.
Bulan Ramadhan dikenal sebagai bulan diturunkannya Alquran. Oleh karena itu, memperbanyak membaca alquran menjadi kebiasaan mudah yang sangat dianjurkan. Setiap huruf Alquran bernilai pahala, terlebih apabila dibaca pada bulan Ramadhan.
Membaca Alquran secara rutin juga membantu menenangkan hati, meningkatkan keimanan, serta menjadi sarana refleksi diri selama menjalani ibadah puasa.
Puasa Ramadhan berpahala tidak hanya ditentukan dari menahan lapar dan haus, tapi juga kemampuan muslim dan muslimah dalam menjaga lisan dan perilaku. Menghindarkan diri dari ghibah, dusta, amarah, dan perkataan sia-sia merupakan bagian penting dari kesempurnaan ibadah puasa.
Rasulullah mengingatkan bahwa orang yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan buruk, maka Allah tidak membutuhkan puasanya atau puasanya akan sia-sia. Artinya, menjaga akhlak adalah inti dari ibadah puasa.
Sedekah pada bulan Ramadhan memiliki keutamaan luar biasa. Rasulullah dikenal sebagai pribadi yang sangat dermawan dan kedermawanannya meningkat drastis saat bulan Ramadhan.
Kebiasaan bersedekah, berbagi takjil, membantu fakir miskin, atau mendukung kegiatan sosial tidak hanya akan membersihkan harta, tapi juga melatih empati dan kepedulian terhadap sesama.
