
Logo resmi dari kementerian agama dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional tahun 2025. (Dok. Kemenag)
JawaPos.com - Dalam momentum Hari Santri Nasional yang jatuh pada hari ini, Rabu (22/10), salah satu tokoh sekaligus ulama yang patut dikenang adalah KH Abdullah Sajjad.
KH Abdullah merupakan salah satu ulama besar dari Pondok Pesantren Annuqayah, Guluk-guluk, Sumenep, Jawa Timur.
KH Abdullah Sajjad gugur pada 3 Desember 1947 karena berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang telah diproklamirkan pada 17 Agustus 1945.
Dia dieksekusi Belanda di lapangan Kemisan Guluk-guluk karena menolak untuk takluk dan berkompromi.
KH Abdullah Sajjad gugur setelah ditembak Belanda saat sedang melaksanakan ibadah salat. Ia mengembuskan napas terakhir dalam posisi sedang bersujud.
Kata 'Sajjad' dalam namanya ini diberikan oleh masyarakat karena ia meninggal dunia saat sedang bersujud.
KH Abdullah Sajjad lahir dari percampuran darah Sumenep dan Kudus. Ayahnya, KH. Mohammad Syarqawi, merupakan ulama asal Kudus, Jawa Tengah. Sedangkan ibunya, Nyai Mariyah adalah putri Kiai Idris, salah satu tokoh agama dari Prenduan, Pragaan, Sumenep.
Secara nasab, KH Abdullah Sajjad berasal dari kalangan elite pesantren karena kedua orang tuanya merupakan tokoh agama.
Kiai Syarqawi adalah pendiri Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-guluk Sumenep. Sedangkan Nyai Mariyah merupakan saudari kandung dari Kiai Khothib, ayah KH. Ahmad Jauhari, pendiri Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, Sumenep.
KH Abdullah Sajjad tidak hanya mengajar ilmu kepada para santri di pesantren. Dia juga aktif dalam sejumlah kegiatan di luar pesantren.
Bahkan ketika ada warga sekitar sakit, ia bersama para santri datang untuk menjenguk sekaligus mendoakan.
Banyaknya aktivitas KH Abdullah Sajjad di luar pesantren membuat namanya dikenal oleh banyak orang.
Ia terpilih menjadi Kepala Desa Guluk-guluk pada tahun 1947 bersamaan dengan agresi militer Belanda.
Pada saat itu, Belanda tidak menerima kemerdekaan Indonesia sehingga melakukan kontak fisik dengan warga di sejumlah daerah.
KH Abdullah Sajjad yang tidak menerima penjajahan mengubah sementara fungsi pesantren dari rumah ilmu menjadi markas untuk menyusun strategi perlawanan terhadap Belanda.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Andorra vs Malta di Liga Nations UEFA: The Reds Menang Tipis di Encamp
Prediksi Skor Laos vs Brunei di FIFA ASEAN Cup: Thim Xad Menang di Laga Perdana
Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis di Ullevaal Stadion
Prediksi Skor Austria vs Israel di Liga Nations UEFA: Das Team Menang Telak di Raiffeisen Arena
Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Prediksi Skor Liechtenstein vs Lithuania di Liga Nations UEFA: Rinktinė Menang di Kandang Lawan
Prediksi Skor Myanmar vs Timor Leste di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Gasak Lawan di Laga Perdana
Prediksi Skor Jepang vs Uruguay: Ko Itakura Targetkan Kemenangan
Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di Liga Nations UEFA: The Green Army Curi Poin di Fadil Vokrri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022