
Ilustrasi Zakat dan wakaf. (Istimewa)
JawaPos.com-Zakat dan wakaf memiliki peran strategis dalam menggerakkan perekonomian umat. Sekaligus memperkuat kesejahteraan sosial di Indonesia.
Namun, potensi besar ini hanya dapat terwujud jika dikelola sumber daya manusia (SDM) yang berkompeten, profesional, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Sebab, lemahnya tata kelola bukan hanya berisiko menurunkan kepercayaan publik, tetapi juga bisa menghambat pemanfaatan zakat dan wakaf sebagai instrumen pembangunan ekonomi bahkan potensi penyalahgunaan yang tinggi.
Atas dasar itu, Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama resmi membuka Pelatihan Pengembangan Kompetensi SDM Pengelola Zakat dan Wakaf tahap tatap muka di dua kota besar, Bandung dan Palembang, pada Kamis (28/8).
Pelatihan ini merupakan kelanjutan dari tahap daring (synchronous) yang sebelumnya diikuti oleh peserta dari berbagai lembaga pengelola zakat dan wakaf.
Dalam sesi tatap muka, para peserta yang terdiri dari perwakilan BAZNAS, Lembaga Amil Zakat (LAZ), Badan Wakaf Indonesia (BWI) daerah, hingga Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf, mendapatkan materi penguatan tata kelola kelembagaan sekaligus peningkatan kapasitas SDM.
Kasubdit Bina Kelembagaan Zakat dan Wakaf Muhibuddin menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan zakat dan wakaf sangat ditentukan oleh kualitas SDM.
“Kita membutuhkan pengelola yang profesional, berintegritas, dan adaptif agar zakat dan wakaf benar-benar memberikan manfaat yang luas bagi umat dan bangsa,” ujar Muhibuddin melalui keterangannya.
Tahun ini, pola pembinaan dilakukan secara kolaboratif bersama Pusbangkom SDM Pendidikan dan Keagamaan Badan Moderasi Beragama, Pusdiklat BAZNAS, serta LPP BWI.
“Kami ingin pengelola zakat dan wakaf mendapat pelatihan terstruktur yang berdampak nyata, mulai dari tahap asinkron, sinkron, hingga tatap muka,” imbuh Muhibuddin.
Materi pelatihan mencakup sejumlah isu strategis, mulai dari regulasi terbaru zakat dan wakaf, tata kelola kelembagaan yang akuntabel, strategi pemberdayaan ekonomi berbasis zakat produktif, pemanfaatan inovasi digital, hingga penguatan kompetensi nadzir dan amil sesuai standar nasional.
Pemilihan Bandung dan Palembang sebagai lokasi pelatihan dinilai strategis karena keduanya memiliki dinamika pengelolaan zakat dan wakaf yang aktif serta dapat menjadi rujukan bagi daerah lain.
“Pelatihan ini bukan hanya ruang belajar, tapi juga forum silaturahmi dan berbagi praktik baik antar-pengelola zakat dan wakaf,” kata Muhibuddin.
Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat H. Dudu, turut mengapresiasi langkah ini. Menurut dia, kerja sama berbasis pentahelix antara pemerintah, lembaga zakat, akademisi, komunitas, dan dunia usaha harus terus diperkuat.
“Harapannya semakin banyak pengelola zakat dan wakaf di Indonesia yang terlibat, sehingga tata kelola semakin kredibel dan kepercayaan publik meningkat,” ujar Dudu.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
